Selasa, 16 Juli 2019 08:06

Dugaan Penganiayaan Tahanan Narkoba oleh Oknum Polisi Polres Sumenep, Ortu Lapor ke Propam

Jumat, 12 Juli 2019 00:52 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Sahlan
Dugaan Penganiayaan Tahanan Narkoba oleh Oknum Polisi Polres Sumenep, Ortu Lapor ke Propam
Orang tua tahanan narkoba yang diduga jadi korban penganiayaan saat melapor ke kantor Pores Sumenep.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Sama’udin (21) warga Desa Baban, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep yang menjadi tahanan kasus narkoba Polres Sumenep diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi Polres Sumenep berinisial AN. Dugaan penganiayaan ini dilaporkan ke Propam Polres Sumenep oleh Halimatus Sakdiyah (38), ibu dari Sama'udin, Kamis (11/7).

Berdasarkan keterangan Halimatus Sakdiyah, anaknya saat ini memang menjadi tahanan Polres Sumenep akibat kasus narkoba. Sama'udin sudah meringkuk di penjara selama 44 hari terhitung hingga Kamis (11/7/2019) kemarin. Sama'udin ditahan bersama 3 orang teman lainnya dalam kasus yang sama, yakni narkoba.

Halimatus Sakdiyah menduga penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi AN itu dilatari dendam, lantaran ada masalah sebelumnya dengan anaknya.

“Masih ingat saya? Kamu yang mempermalukan saya, bohong kamu yah! Tiba-tiba saja AN itu memukul wajah anak saya dan bahkan menendang bagian bawah perutnya,” cerita Halimatus Sakdiyah menirukan percakapan polisi sebagaimana ia dapat dari pengakuan Sama'udin.

Dia bercerita bahwa kejadian itu berlangsung pada Rabu (10/7/2019). Saat itu ia mengaku bersama suaminya membesuk anaknya di tahanan Polres Sumenep.

“Saya kaget melihat anak saya jalannya sempoyongan. Anak saya hanya menjelaskan kalau yang melakukan penganiayaan itu tetap inisial AN. Bahkan anak saya sampai ketakutan apabila sewaktu-waktu dipukul lagi. Jalannya anak saya kayak orang pincang serta mengeluh kesakitan di perut bagian bawah,” terang Halimatus Sakdiyah.

“Saya akan melaporkan pada pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan kepada Sama’udin," cetusnya.

"Saya heran, masalah anak saya apa? Dia kan tahanan narkoba bukan pencuri, polisi kenapa main pukul? Anehnya, kok hanya anak saya yang dipukul, padahal anak saya bersama 3 tahanan lainnya juga dalam kasus yang sama sebagai tahanan narkoba,” katanya.

Sementara, petugas Propam Polres Sumenep tidak bersedia memberikan keterangan pada wartawan saat dikonfirmasi terkait laporan itu.

“Silahkan ke atasan atau Bagian Humas Polres Sumenep,” ujar salah satu petugas. (aln/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...