Selasa, 20 Agustus 2019 15:29

Setahun Tak Diperbaiki, Jebolnya Tanggul Irigasi di Nganjuk Ancam Warga

Rabu, 10 Juli 2019 19:29 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Bambang Dwi Julianto
Setahun Tak Diperbaiki, Jebolnya Tanggul Irigasi di Nganjuk Ancam Warga
Kondisi tanggul yang ambruk hingga saat ini masih dibiarkan tanpa ada solusi untuk diperbaiki. foto: BAMBANG/ BANGSAONLINE

NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Jebolnya tanggul penahan tanah yang terletak di Dusun Brayung, Desa Sumber Urip, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk membuat masyarakat khawatir. Padahal, penahan tanggul yang panjangnya hampir mencapai 100 meter dan lebar 4 meter itu baru selesai dikerjakan awal tahun 2018 lalu. 

Tanggul itu sejatinya difungsikan untuk menahan air yang keluar dari bendungan, guna mengaliri persawahan warga. Namun akibat jebolnya tanggul, beberapa sawah warga mulai tergerus.

"Saya khawatir jika tanggul tidak diperbaiki, akan semakin melebar tanah sawah saya yang tergerus," cetus Sugiatun salah satu warga.

Karena itu dirinya berharap, agar kerusakan tanggul tersebut segera dilakukan perbaikan oleh pemerintah. Tidak hanya diperbaiki, ia juga meminta agar pembangunannya bisa diperkuat.

Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Desa Sumberurip Pantoyo mengaku telah melaporkan pekerjaan tanggul yang ambrol tersebut, namun hingga kini belum ada respons. Baik ke dinas terkait maupun pihak legislatif.

"Terkait untuk pekerjaan tanggul yang jebol tersebut hingga saat ini tidak mengetahui nama rekanan yang mengerjakan," kata Pantoyo kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (10/07).

Ia mengakui tanggul tersebut ambruk tidak lama setelah pengerjaan selesai. Hanya berselang satu bulan saat musim hujan tiba, tanggul terkikis dan runtuh hingga memanjang. "Kejadian (ambrol) tersebut pada awal 2018 hingga saat ini masih seperti itu kondisinya. Saya meminta agar pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki agar dampak ke sawah warga tidak semakin parah," tuturnya.

Dari hasil pantauan di lokasi, runtuhnya tanggul diduga karena kurang kuatnya pondasi penahan tanggul dan tipisnya campuran perekat batu hingga mudah terkikis air bendungan saat meluap. 

Tanggul yang panjangnya sekitar 100 meter yang mengalami runtuh ada dua titik, yaitu titik pertama sepanjang 10 meter dan titik kedua 55 meter. Sisanya masih berdiri meskipun pondasinya sebagian batunya sudah hanyut oleh terjangan air. (bam/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...