Sabtu, 21 September 2019 02:14

Anjloknya Harga Ayam Diduga Permainan Kartel

Selasa, 09 Juli 2019 12:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Anjloknya Harga Ayam Diduga Permainan Kartel
Ilustrasi

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Pacitan Joni Maryono menduga fenomena jatuhnya harga ayam di Pacitan disebabkan permainan kartel.

"Kami menduga adanya permainan kartel ayam dari pihak tertentu. Pemerintah pun masih sangat kesulitan mengurai masalah tersebut. Di satu sisi, konsumen memang sangat diuntungkan, bagitu pun para pedagang mereka tidak akan terdampak. Sebab ketika kulakannya murah, jualnya juga murah dan sebaliknya," tutur Joni seraya mengatakan jika kasus penurunan harga ayam tersebut sudah menjadi isu nasional.

Menurutnya, yang paling terdampak adalah para peternak dan penyedia bibit ayam. Sebab di saat harga jual ayam hidup anjlok, harga pakan justru melambung. "Namun sekali lagi, ini mata rantai permainan kartel ayam. Di mana pemerintah sendiri masih kesulitan mengurai benang kusut tersebut. Konsumen dan pedagang tetap untung, namun peternak dan penyedia bibit ayam buntung," beber Joni. 

Di sisi lain, Dwi, salah seorang pedagang daging ayam di Pacitan mengakui jatuhnya harga ayam di pasaran tidak terlalu mempengaruhi keuntungan yang ia dapatkan. Sebab sebagai pedagang, Dwi hanya mengikuti perkembangan harga. "Kalau turun, ya kulakannya murah, jualnya juga murah. Ya itu gara-gara pemberitaan di TV, akhirnya berdampak menurunnya harga," ujarnya saat ditemui di kiosnya di sepanjang jalan Gatot Subroto, Selasa (9/7).

Menurut Dwi, saat ini harga kulakan ayam hidup di tingkat peternak turun menjadi Rp 19.800 per ekor, dari sebelumnya Rp 23 ribu. Sedangkan harga jual daging saat ini Rp 35 ribu per kilogram (kg). "Dulu saat Ramadan dan Idul Fitri, saya jual Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per kg. Sekarang turun jauh Mas (wartawan, Red)," tutur Dwi. (yun/rev)

(Dwi, pedagang ayam)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...