Senin, 22 Juli 2019 13:59

Anjloknya Harga Ayam Diduga Permainan Kartel

Selasa, 09 Juli 2019 12:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Anjloknya Harga Ayam Diduga Permainan Kartel
Ilustrasi

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekkab Pacitan Joni Maryono menduga fenomena jatuhnya harga ayam di Pacitan disebabkan permainan kartel.

"Kami menduga adanya permainan kartel ayam dari pihak tertentu. Pemerintah pun masih sangat kesulitan mengurai masalah tersebut. Di satu sisi, konsumen memang sangat diuntungkan, bagitu pun para pedagang mereka tidak akan terdampak. Sebab ketika kulakannya murah, jualnya juga murah dan sebaliknya," tutur Joni seraya mengatakan jika kasus penurunan harga ayam tersebut sudah menjadi isu nasional.

Menurutnya, yang paling terdampak adalah para peternak dan penyedia bibit ayam. Sebab di saat harga jual ayam hidup anjlok, harga pakan justru melambung. "Namun sekali lagi, ini mata rantai permainan kartel ayam. Di mana pemerintah sendiri masih kesulitan mengurai benang kusut tersebut. Konsumen dan pedagang tetap untung, namun peternak dan penyedia bibit ayam buntung," beber Joni. 

Di sisi lain, Dwi, salah seorang pedagang daging ayam di Pacitan mengakui jatuhnya harga ayam di pasaran tidak terlalu mempengaruhi keuntungan yang ia dapatkan. Sebab sebagai pedagang, Dwi hanya mengikuti perkembangan harga. "Kalau turun, ya kulakannya murah, jualnya juga murah. Ya itu gara-gara pemberitaan di TV, akhirnya berdampak menurunnya harga," ujarnya saat ditemui di kiosnya di sepanjang jalan Gatot Subroto, Selasa (9/7).

Menurut Dwi, saat ini harga kulakan ayam hidup di tingkat peternak turun menjadi Rp 19.800 per ekor, dari sebelumnya Rp 23 ribu. Sedangkan harga jual daging saat ini Rp 35 ribu per kilogram (kg). "Dulu saat Ramadan dan Idul Fitri, saya jual Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu per kg. Sekarang turun jauh Mas (wartawan, Red)," tutur Dwi. (yun/rev)

(Dwi, pedagang ayam)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...