Minggu, 26 Januari 2020 22:00

Belum Plenokan Caleg Terpilih, Bawaslu Pacitan Nilai KPU Lakukan Pelanggaran

Jumat, 05 Juli 2019 13:01 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Belum Plenokan Caleg Terpilih, Bawaslu Pacitan Nilai KPU Lakukan Pelanggaran
Berty Stevanus, Ketua Bawaslu Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Ketua Bawaslu Pacitan Berty Stevanus menilai KPU telah melakukan pelanggaran administratif. Itu berkait dengan molornya pelaksanaan pleno penetapan perolehan jumlah kursi dan calon legislatif terpilih hasil pileg 2019.

"Bawaslu tetap mempedomani peraturan, bukan surat edaran. Sebab kedudukan peraturan itu lebih tinggi dari surat edaran. Sehingga dalam hal ini, kami menduga KPU telah melakukan pelanggaran administratif karena mengebiri aturan dan menggunakan surat edaran sebagai dasar melakukan penundaan pleno penetapan," kata Berty sesaat sebelum menggelar pleno tertutup di Sekretariat Bawaslu Pacitan, Jumat (5/7).

Berty menjelaskan, merujuk Peraturan MK No 1/19 tentang Tahapan Sidang PHPU, bahwa buku register perkara konstitusi (BRPK) sudah keluar sejak 1 Juli lalu. Mestinya, pleno penetapan jumlah perolehan kursi dan calon terpilih harus dilaksanakan paling lambat tiga hari setelah terbitnya BRPK tersebut, yaitu pada tanggal 4 Juli.

"Itu batasan waktu paling buncit. Ketentuan tersebut merujuk PKPU 10/19 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan KPU Nomor 7/17 tentang Tahapan, Program Dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019. Di situ disebutkan bahwa penetapan perolehan jumlah kursi dan calon terpilih dilaksanakan paling lambat tiga hari setelah terbitnya BRPK," jelas dia.

Akan tetapi, hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh PKPU 10/19 dan Peraturan MK 1/19, KPU tak kunjung melaksanakan pleno penetapan. Padahal sebagaimana informasi yang diterima Bawaslu, di Pacitan tidak ditemui adanya sengketa hasil pileg.

"KPU Pacitan rupanya mempedomani SK KPU 986/19 yang di situ disebutkan, KPU kabupaten/kota akan melaksanakan pleno perolehan jumlah kursi dan calon terpilih paling lambat lima hari setelah KPU RI menerima surat dari panitera MK, mengenai daftar daerah yang terdapat permohonan PHPU. Ini yang dijadikan dasar mereka untuk tidak melaksanakan pleno penetapan sebelum ada surat dari KPU RI," beber mantan Sekretaris KPU Pacitan ini.

Terkait persoalan di atas, Berty menegaskan kalau pihaknya akan mempedomani aturan hukum yang kuat. Di mana penetapan perolehan jumlah kursi dan calon terpilih harus dilaksanakan tiga hari setelah terbitnya BRPK.

"Sehingga paling lambat KPU kabupaten/kota mestinya harus sudah melaksanakan pleno pada tanggal 4 Juli kemarin. Kecuali bagi daerah yang ada sengketa, ditetapkan 3 hari setelah putusan," tandas dia.

Sementara itu, Kabag Hukum Setkab Pacitan Deni Cahyantoro menegaskan kalau surat edaran hanyalah sebuah petunjuk teknis dari aturan yang ada.

"Jadi surat edaran itu bukanlah Peraturan Perundang-Undangan, namun hanya petunjuk teknis," kata Deni di tempat terpisah.

Terkait kedudukan hukum antara PKPU dengan SE KPU, lanjut dia, tentu PKPU lah yang menjadi aturan hukum lebih kuat. Sebab PKPU merupakan Peraturan Perundang-Undangan.

"Namun kalau bicara di KPU, mereka itu punya legal standing sendiri," tukasnya. (yun/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Senin, 20 Januari 2020 10:16 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Lembah Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu tidak hanya menyimpan potensi wisata pemandian air panasnya yang sangat terkenal itu.Satu aset wisata terpendam Kota Batu yang belum tergali adal...
Senin, 13 Januari 2020 16:17 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanKHM Yusuf Hasyim wafat pada 14 Januari 2007. Putra Hadratussyaikh KHM Hasyim Asy'ari itu selain dikenal sebagai tokoh NU dan komandan Laskar Hizbullah juga pengasuh Pesantren Tebuireng selama 41 tahun (1965-2006). Untuk mengenan...
Sabtu, 25 Januari 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*80. Waqul rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa-akhrijnii mukhraja shidqin waij’al lii min ladunka sulthaanan nashiiraan.Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluark...
Selasa, 21 Januari 2020 13:25 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...