Rabu, 08 Juli 2020 14:53

Ditawarkan Murah Lewat Medsos, Berbagai Jenis Mobil Ini Ternyata Kendaraan Bodong

Senin, 01 Juli 2019 14:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Ditawarkan Murah Lewat Medsos, Berbagai Jenis Mobil Ini Ternyata Kendaraan Bodong
Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha menunjukkan tersangka berikut barang bukti.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polres Blitar mengungkap sindikat penjualan dan penggelapan kendaraan bodong. Kendaraan yang dijual melalui medsos itu bodong alias Surat Tanda Nomor Kendaraannya (STNK) palsu.

Polisi berhasil menangkap dua pelaku, satu di antaranya masih pelajar. Yakni Irvan Akbar (19) warga Lingkungan 1 Kelurahan Bajang RT 02 RW 02 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Tersangka lainnya adalah Moch Mike Amrurobbi (31), warga Dusun Brambang RT 01 RW 03 Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan, pemalsuan STNK ini terungkap dari postingan tersangka Irvan di facebook. Pada postingan itu, Irvan menawarkan satu mobil Calya tahun 2016 warna Orange Metalik Nopol AG 1333 GY.

"Setelah kami selidiki ternyata mengunakan STNK palsu atau selendangan. Kami langsung bergerak cepat dengan menggeledah rumah Irvan di Bajang, Talun. Setelah digeledah, ternyata di rumah Irvan selain satu unit mobil Calya, juga beberapa unit mobil dan motor yang dokumennya tidak lengkap, hanya STNK saja," ungkap Anissullah M Ridha, Senin (1/7/2019).

Dari keterangan tersangka Irvan, mobil Calya itu diperoleh dari tersangka Mike. Kemudian dilakukan pengejaran dan berhasil diamankan di Jombang. "Kepada polisi, keduanya mengaku telah menjual 18 unit kendaraan dengan STNK palsu," imbuhnya.

Saat dimintai keterangan, Irvan mengaku hanya mendapatkan bagian Rp 1,5 sampai 2 juta dari setiap penjualan kendaraan. Untuk motor, jaringan ini menjual per unit antara Rp 8-10 juta. Sedangkan untuk mobil, bervariasi. Namun saat ditangkap, mobil Calya itu dijual seharga Rp 37,5 juta.

Sementara beberapa barang bukti lain juga disita dari rumah kedua tersangka. Di antaranya lima unit mobil, empat unit motor, puluhan plat nomor asli dan palsu, serta beberapa STNK asli dan palsu.

Polisi masih mengembangkan pemalsu STNK yang terlibat dalam jaringan ini. Sebanyak enam saksi telah diperiksa. Kedua pelaku dikenakan dengan Pasal 263 Ayat (2) KUHP Tentang Pemalsuan Surat, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

"Kami akan jerat dengan pasal berlapis. Karena ada pemalsuan dan penggelapan," pungkasnya. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...