Sabtu, 24 Agustus 2019 10:36

Ditawarkan Murah Lewat Medsos, Berbagai Jenis Mobil Ini Ternyata Kendaraan Bodong

Senin, 01 Juli 2019 14:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Ditawarkan Murah Lewat Medsos, Berbagai Jenis Mobil Ini Ternyata Kendaraan Bodong
Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha menunjukkan tersangka berikut barang bukti.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polres Blitar mengungkap sindikat penjualan dan penggelapan kendaraan bodong. Kendaraan yang dijual melalui medsos itu bodong alias Surat Tanda Nomor Kendaraannya (STNK) palsu.

Polisi berhasil menangkap dua pelaku, satu di antaranya masih pelajar. Yakni Irvan Akbar (19) warga Lingkungan 1 Kelurahan Bajang RT 02 RW 02 Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Tersangka lainnya adalah Moch Mike Amrurobbi (31), warga Dusun Brambang RT 01 RW 03 Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha mengatakan, pemalsuan STNK ini terungkap dari postingan tersangka Irvan di facebook. Pada postingan itu, Irvan menawarkan satu mobil Calya tahun 2016 warna Orange Metalik Nopol AG 1333 GY.

"Setelah kami selidiki ternyata mengunakan STNK palsu atau selendangan. Kami langsung bergerak cepat dengan menggeledah rumah Irvan di Bajang, Talun. Setelah digeledah, ternyata di rumah Irvan selain satu unit mobil Calya, juga beberapa unit mobil dan motor yang dokumennya tidak lengkap, hanya STNK saja," ungkap Anissullah M Ridha, Senin (1/7/2019).

Dari keterangan tersangka Irvan, mobil Calya itu diperoleh dari tersangka Mike. Kemudian dilakukan pengejaran dan berhasil diamankan di Jombang. "Kepada polisi, keduanya mengaku telah menjual 18 unit kendaraan dengan STNK palsu," imbuhnya.

Saat dimintai keterangan, Irvan mengaku hanya mendapatkan bagian Rp 1,5 sampai 2 juta dari setiap penjualan kendaraan. Untuk motor, jaringan ini menjual per unit antara Rp 8-10 juta. Sedangkan untuk mobil, bervariasi. Namun saat ditangkap, mobil Calya itu dijual seharga Rp 37,5 juta.

Sementara beberapa barang bukti lain juga disita dari rumah kedua tersangka. Di antaranya lima unit mobil, empat unit motor, puluhan plat nomor asli dan palsu, serta beberapa STNK asli dan palsu.

Polisi masih mengembangkan pemalsu STNK yang terlibat dalam jaringan ini. Sebanyak enam saksi telah diperiksa. Kedua pelaku dikenakan dengan Pasal 263 Ayat (2) KUHP Tentang Pemalsuan Surat, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

"Kami akan jerat dengan pasal berlapis. Karena ada pemalsuan dan penggelapan," pungkasnya. (ina/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...