Rabu, 23 Oktober 2019 08:07

Kerangka Manusia yang Ditemukan di Perkebunan PTPN 12 Kebun Rayap Arjasa, Ini Identitasnya

Selasa, 25 Juni 2019 15:10 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Kerangka Manusia yang Ditemukan di Perkebunan PTPN 12 Kebun Rayap Arjasa, Ini Identitasnya
Petugas Polres Jember saat melakukan pencarian tulang di areal perkebunan.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Berita tentang penemuan kerangka manusia sekitar tanggal 9 Maret 2019 lalu, dipastikan korbannya adalah seorang nenek yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya beberapa minggu sebelumnya. Kepastian ini disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Arjasa, Aiptu Irwan Prasetyo saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Selasa (25/6/2019).

Pada kesempatan itu, Aiptu Irwan juga memastikan bahwa kematian korban tidak ada tindakan mutilasi. Adapun identitas korban itu diketahui atas nama Jumiati (70) warga Perum Griya Pahlawan Jalan Melon Blok IV No E 10, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

"Setelah dilakukan autopsi oleh Tim Labfor Polda Jatim dipastikan, potongan kerangka yang ditemukan di Perkebunan PTPN 12 Kebun Rayap Arjasa, merupakan seorang nenek bernama Jumiati yang memang dilaporkan hilang," kata Aiptu Irwan.

Sebelumnya, sekitar tanggal 9 Maret 2019 lalu, polisi menerima laporan adanya penemuan kerangka manusia yang tidak utuh, di Perkebunan PTPN 12 Kebun Rayap Arjasa.

Irwan belum memastikan penyebab kematian korban. Namun, ia menduga akibat terjatuh ke jurang, Sementara terkait kondisi kerangka yang berserakan, ia menduga akibat diterkam binatang buas. "Diduga kuat, korban setelah meninggal dunia, mayatnya diterkam binatang buas, setelah jatuh," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menduga mayat tersebut korban mutilasi, sehingga 10 hari kemudian kerangka tersebut diautopsi oleh Tim Labfor Polda Jatim. "Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya melalui surat tertanggal 29 April 2019 yang kami terima, dipastikan bahwa kerangka tidak utuh tersebut merupakan Jumiati, yang memang dilaporkan hilang," terangnya.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, dari hasil autopsi tersebut, sekitar Jumat sore (21/6/2019) kemarin, sudah diteruskan kepada pihak keluarga korban. "Tinggal nanti bagaimana pihak keluarga korban menyikapi hasil otopsi tersebut," pungkasnya. (jbr1/yud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 22 Oktober 2019 23:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hutan Kota Balas Klumprik menyediakan area Bumi Perkemahan. Hutan Kota yang dikenal dengan sebutan Taman Hutan Raya ini terletak di belakang Kantor Kelurahan Balas Klumprik, Wiyung. Dari sekitar 4,3 hektare luas hutan kot...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Senin, 21 Oktober 2019 12:15 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...