Rabu, 24 Juli 2019 04:23

Petugas Gabungan Juanda Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster

Senin, 24 Juni 2019 18:22 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Petugas Gabungan Juanda Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Bea Cukai Juanda, petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya I dan Lanudal Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster melalui Terminal 2 Bandara Juanda di Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Senin (24/6).

Penggagalan penyelundupan dua jenis baby lobster tersebut, sebanyak kurang lebih 113.300 ekor, di antaranya baby lobster mutiara sebanyak 6.905 ekor dan baby lobster pasir sebanyak 106.395 ekor senilai 17,3 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Juanda, Budi Harjanto mengatakan, penggagalan penyelundupan baby lobster yang disimpan di empat koper dan dibawa oleh Iswanto dan Iskandar tersebut bermula dari adanya laporan.

Empat koper berisi baby lobster tersebut diamankan saat sudah berada di lambung pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA854. Namun, dua orang pembawa koper, diduga sudah kabur saat petugas mencurigai barang bawaannya tersebut. "Saat kami cari di kursi penumpang, ternyata dua orang tersebut sudah tidak ada," terangnya.

Oleh petugas, empat koper tersebut kemudian diperiksa melalui mesin X-Ray dan saat dibuka untuk memastikan, ternyata benar terdapat baby lobster. "Modusnya, baby lobster itu disimpan di dalam plastik dan dumasukkan koper," katanya.

Sesuai kemasannya, lanjut Budi, barang tersebut hendak dibawa ke Singapura. "Kemungkinan lagi, barang tersebut dibawa ke Vietnam, di Singapura hanya tempat transit saja," katanya.

Selain itu, pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait penyelundupan baby lobster itu. Menurutnya, beberapa data penumpang yang membawa empat koper berisi baby lobster tersebut sudah dikantongi. "Data pembawa sudah kami ketahui, kini masih kami selidiki," terangnya.

Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian dan Informasi BKIPM I Surabaya Wiwid Supriono mengatakan terkait barang bukti yang berhasil diamankan tersebut secepatnya akan dilepas liarkan. "Secepatnya. Karena kalau tidak, resikonya kematian," pungkas Wiwid.

Lokasi pelepas liaran tersebut tentunya di perairan yang ligkungan hidupnya cocok buat lobster. "Biasanya kita lepas liarkan di perairan yang cocok kalau tidak di Banyuwangi ya perairan Probolinggo," pungkasnya. (cat/ian) 

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...