Jumat, 22 November 2019 08:58

Pemprov Kembangkan Padi Ratoon R5, Bisa Panen Setahun Lima Kali

Senin, 17 Juni 2019 16:18 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Pemprov Kembangkan Padi Ratoon R5, Bisa Panen Setahun Lima Kali
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memanen padi ratoon di Desa Jemundo, area Pasar Induk Modern Puspa Agro, Senin (17/6). foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE?

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tengah mengembangkan metode tanam padi dengan masa panen lima kali dalam setahun. Ini merupakan langkah terobosan besar. Sebab, umumnya masa panen hanya dua kali dalam setahun. Maksimal tiga kali dalam setahun.

PT Jatim Graha Utama (JGU) Jawa Timur sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) yang bergerak di bidang agrobisnis, ditunjuk untuk menanam padi ratoon dengan menggunakan teknologi revolusi kelima (R5).

Di tahun pertamanya, PT JGU Jawa Timur telah berhasil memanen padi ratoon yang kelima kalinya. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap uji coba ini berlanjut hingga tahun kedua.

"Pada tahun yang kedua nanti para bupati, gapoktan, dan petani juga diajak untuk melihat bagaimana format padi ratoon, ditanam bisa sampai lima kali panen," ujar Khofifah usai memanen padi ratoon di Desa Jemundo, area Pasar Induk Modern Puspa Agro, Senin (17/6).

Metode tanam yang dikembangkan pemprov tersebut dapat memberikan solusi di tengah semakin menyempitnya lahan pertanian di Jawa Timur akibat makin intensifnya pembangunan, baik perumahan mau pun industri yang membutuhkan lahan luas.

Menurut Khofifah, ekstensifikasi atau peningkatan produksi pertanian dengan memperluas lahan sudah tidak lagi mampu dilakukan. Cara yang sangat memungkinkan yakni melakukan intensifikasi, atau memaksimalkan produktivitas.

Sistem padi ratoon menggunakan metode R-5 itu memang bisa melipatgandakan produksi pertanian. Jika biasanya panen padi hanya mampu dilakukan dua sampai tiga kali setahun, namun dengan R-5, sekali tanam dapat dipanen lima kali.

"Kualitas dan volumenya juga sama dengan panen yang pertama. Rata-rata untuk satu hektar bisa menghasilkan enam sampai tujuh ton," ungkap santri Gus Dur ini.

Mantan Menteri Sosial ini berharap, dalam beberapa tahun ke depan metode tanam padi ratoon R-5 dapat diterapkan banyak petani. Dengan begitu dapat menjadi nilai tambah bagi petani, dan mengurangi angka kemiskinan di desa.

"Saya berharap para Kepala Bakorwil juga mengembangkan metode ini di wilayahnya. Ķarena itu saya undang para Kepala Bakorwil dalam panen ini. Apalagi Pemprov punya banyak lahan pertanian," imbuh Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Sebagaimana diketahui, padi ratoon adalah padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan batang. Tunas akan muncul pada buku paling atas, suplai hara didapatkan tetap dari batang lama.

Secara nasional, Jawa Timur masih diandalkan sebagai penyangga pangan nasional. Sedangkan untuk ekstensifikasi pangan di Jawa Timur dikatakan Khofifah hampir tidak bisa dilakukan. Karena itu yang bisa dilakukan Pemprov Jawa Timur adalah intensifikasi pertanian. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...