Sekretaris Disparbud menyerahkan ketupat raksasa kepada Pj Sekdakab Pamekasan falam festival ketupat raksasa di pantai Talang Siring.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Perayaan Lebaran Ketupat di Pantai Talang Siring yang berada di Desa Montok, Kecamatan Larangan, Pamekasan dimeriahkan dengan Festival Ketupat Raksasa. Ribuan pengunjung tampak membanjiri festival tersebut, selain ingin menikmati keindahan pantai Talang Siring.
Festival ketupat raksasa yang merupakan gawe Disparbud dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Montok tersebut untuk melestarikan budaya lebaran ketupat yang sudah menjadi tradisi masyarakat Pamekasan.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
Menurut Halifaturrahman, Kabid Pariwisata Disparbud Pamekasan, diadakannya festival ketupat raksasa ini selain untuk menarik minat para wisatawan, juga untuk melestarikan lebaran ketupat yang ada di Madura khususnya Kabupaten Pamekasan.
"Pantai Talang Siring yang merupakan destinasi pariwisata Pamekasan yang sedang kita kembangkan dan juga agar para pengrajin ketupat juga lebih kreatif dan berkreasi lebih baik lagi," ungkap Mamang, sapaan Halifaturrahman. Rabu (12/06/19).
Sedangkan Pj Sekdakab Pamekasan Andik Fadjar Tjahyono yang membuka acara tersebut mengatakan, Pantai talang siring merupakan destinasi wisata yang potensial. "Apalagi dengan adanya hutan mangrave yang juga menambah pesona pantai yang indah ini," tuturnya.
Menurut Andik, yang paling penting bagaimana cara pengelolaannya yang baik dan benar. "Destinasi wisata ini yang baik adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar Talang Siring ini dan penataan para pedagang agar tetap bersih indah dan menyenangkan," tambahnya.
Festival ketupat raksasa dengan hadiah berupa piala dan uang pembinaan ini akan dijadikan agenda tahunan. Sedangkan lomba pembuatan ketupat raksasa yang diikuti 20 peserta tersebut dimenangkan ketupat berdiameter 105 cm, dengan panjang 44 cm, dan lebar 42 cm yang dibuat oleh Sukri, warga Desa Sokolela, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan. (err/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




