Sabtu, 21 September 2019 02:11

Jelang Lebaran, Petrokimia Gresik Siapkan Stok 5 Kali Lipat

Jumat, 31 Mei 2019 14:00 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Jelang Lebaran, Petrokimia Gresik Siapkan Stok 5 Kali Lipat
Kapal-kapal besar yang sandar di TUKS Petrokimia siap mengangkut pupuk. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, PT Petrokimia Gresik (PG), anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 818 ribu ton atau lima kali lebih banyak dari stok ketentuan minimum pemerintah (138 ribu ton).

Manajer Humas PG Muhammad Ihwan menyatakan, stok pupuk bersubsidi tersebut terdiri dari jenis Urea sebesar 86 ribu ton, ZA 144 ribu ton, SP-36 161 ribu ton, NPK Phonska 333 ribu ton, dan Petroganik 94 ribu ton.

"Memasuki libur menjelang lebaran idul fitri 1440 H, kami pastikan stok pupuk bersubsidi di berbagai daerah tersedia dan aman untuk kebutuhan satu bulan kedepan," ujar Ihwan.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.47/2018 menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional tahun 2019 sebesar 8,87 juta ton kepada PT Pupuk Indonesia (Persero). Dari jumlah tersebut, PG mendapat alokasi penyaluran sebesar 5,2 juta ton. Selebihnya, akan disalurkan oleh produsen pupuk anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero) lainnya.

"Sampai dengan tanggal 30 Mei 2019, kami telah menyalurkan sebesar 2,29 juta ton atau 83 persen dari alokasi Petrokimia Gresik pada bulan Januari sampai Mei 2019," terang dia.

Lebih lanjut Ihwan mendukung upaya Kementan untuk memantau dan memperketat peredaran pupuk dan pestisida. Sebagaimana disampaikan oleh Dirjen Prasarana dan Sarana (PSP) Kementan, Sarwo Edhy beberapa waktu lalu, bahwa banyak ditemukan modus pelanggaran pupuk dan pestisida, seperti mengedarkan pupuk tidak sesuai izin, mutu, dan efektivitas.

"Untuk itu kami meminta kepada petani untuk lebih waspada terhadap peredaran pupuk dan pestisida yang melakukan pelanggaran tersebut, karena di lapangan kami juga menemukan puluhan pupuk tiruan bahkan palsu," papar dia.

Oleh karena itu, Ihwan memperingatkan kepada produsen pupuk tiruan atau palsu, khususnya yang meniru produk PG, untuk segera menghentikan dan/atau menarik dari peredaran, serta memusnahkan seluruh pupuk tiruan untuk menghindari tuntutan hukum, baik secara pidana maupun perdata, baik kemiripan produk secara keseluruhan maupun persamaan pada pokoknya.

"Jika masyarakat menemukan peredaran pupuk palsu atau bahkan penyelewengan distribusi pupuk subsidi, langsung saja laporkan ke pihak berwajib," kata Ihwan.

Untuk memastikan tidak terjadinya penyelewengan, PG melalui petugas SPDP terus meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait. Mulai dari Distributor, Dinas Pertanian, Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, dan aparat penegak hukum. Masyarakat juga dapat turut serta mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi. Dalam penyaluran pupuk bersubsidi perusahaan berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), SK Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota Madya.

Perusahaan mendistribusikan pupuk bersubsidi berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu.

"Penyaluran ini dikawal oleh 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) berikut 323 asistennya. Kami memiliki fasilitas distribusi 305 gudang penyangga dengan kapasitas total 1,4 juta ton, 652 distributor, dan 28.228 kios resmi," urainya.

Saat ini, lanjut Ihwan, PG sedang menggencarkan program transformasi bisnis, di mana melalui rangkaian produk dan jasa dari hulu hingga hilir, PG ingin mewujudkan diri sebagai produsen pupuk untuk solusi bagi sektor agroindustri.

"Ke depan PG tidak lagi sekadar menjual produk, melainkan memberikan lebih banyak solusi. Salah satunya adalah solusi pemupukan berimbang. Pola pemupukan ini mengombinasikan pupuk organik dan anorganik, seperti Urea dan NPK, untuk menjaga keberlanjutan pertanian," pungkas Ihwan.(hud/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...