Minggu, 20 Oktober 2019 19:26

Berbagi Ramadan, PWI Sidoarjo Santuni Anak-Anak di PPSAB

Rabu, 29 Mei 2019 20:37 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mustain
Berbagi Ramadan, PWI Sidoarjo Santuni Anak-Anak di PPSAB
KUNJUNGAN: Pengurus dan anggota PWI Sidoarjo pose bersama dengan pengasuh dan anak-anak di PPSAB Sidoarjo, Rabu (29/5). foto: ist

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidoarjo berkunjung ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo, di Jl W Monginsidi, Sidoarjo, Rabu (29/5).

Kunjungan ini untuk memberikan santunan kepada anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya, yang kini dirawat dan diasuh di tempat tersebut.

“Ini rangkaian kegiatan berbagi dengan sesama saat Ramadan. Sebelumnya kami menggelar Ngaji Bareng PWI, yang merupakan diklat jurnalistik untuk siswa SMA serta pembagian takjil gratis,” cetus Ketua PWI Sidoarjo, Abdul Rouf.

Kata Rouf, Ramadan tahun lalu kegiatan serupa digelar dengan mengunjungi panti asuhan di Kelurahan Magersari Kecamatan Kota Sidoarjo. Kali ini santunan diserahkan ke UPT PPSAB yang merawat anak-anak kurang beruntung karena dibuang oleh orang tuanya.

Kepala UPT PPSAB Sidoarjo, Dwi Antini menyatakan rasa terima kasih atas kepedulian PWI Sidoarjo. Dia berharap bantuan itu memberikan manfaat dan membawa berkah bagi seluruh anggota PWI Sidoarjo. “Terima kasih atas kunjungan dan kepeduliannya ini,” cetusnya.

Kata Dwi, sejak berdiri tahun 2009, pihaknya mendapatkan izin untuk memproses adopsi anak. Secara nasional ada 10 lembaga yang bisa memproses adopsi anak.

Di Jatim ada dua yakni di Yayasan Matahari Terbit di Surabaya dan PPSAB Sidoarjo. Sisanya berada di wilayah lain seperti di Jogja, Jateng, Jabar, DKI Jakarta, Lampung, Batam, dan Pontianak.

"Sejak awal berdiri tahun 2009 sampai Mei 2019, kami sudah melayani sebanyak 424 anak, masing-masing 233 anak laki-laki dan 191 anak perempuan. Dari jumlah itu, yang sudah diadopsi sebanyak 288 anak," urainya.

Kata Dwi, kenapa angka yang dilayani dan yang diadopsi berbeda, karena banyak kasus seperti anak dirujuk ke UPT lain, keluarga anak ditemukan, serta ada anak yang sakit.

Selain itu, pihaknya menyadari jika anak-anak yang diasuhnya banyak yang sakit seperti jantung bocor, autis, hydrocepallus, dan lainnya. Hal ini karena sejak dalam kandungan anak-anak itu tidak dikehendaki kelahirannya orangtua mereka.

"Sejak awal tahun 2019 sampai dengan saat ini, sudah ada 170 calon orang tua asuh yang mendaftar. Mungkin setelah lebaran akan ada pelepasan 11 anak lagi,” beber Dwi Antini. (sta/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...