Selasa, 20 Agustus 2019 13:11

Berbagi Ramadan, PWI Sidoarjo Santuni Anak-Anak di PPSAB

Rabu, 29 Mei 2019 20:37 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mustain
Berbagi Ramadan, PWI Sidoarjo Santuni Anak-Anak di PPSAB
KUNJUNGAN: Pengurus dan anggota PWI Sidoarjo pose bersama dengan pengasuh dan anak-anak di PPSAB Sidoarjo, Rabu (29/5). foto: ist

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidoarjo berkunjung ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo, di Jl W Monginsidi, Sidoarjo, Rabu (29/5).

Kunjungan ini untuk memberikan santunan kepada anak-anak yang ditelantarkan oleh orang tuanya, yang kini dirawat dan diasuh di tempat tersebut.

“Ini rangkaian kegiatan berbagi dengan sesama saat Ramadan. Sebelumnya kami menggelar Ngaji Bareng PWI, yang merupakan diklat jurnalistik untuk siswa SMA serta pembagian takjil gratis,” cetus Ketua PWI Sidoarjo, Abdul Rouf.

Kata Rouf, Ramadan tahun lalu kegiatan serupa digelar dengan mengunjungi panti asuhan di Kelurahan Magersari Kecamatan Kota Sidoarjo. Kali ini santunan diserahkan ke UPT PPSAB yang merawat anak-anak kurang beruntung karena dibuang oleh orang tuanya.

Kepala UPT PPSAB Sidoarjo, Dwi Antini menyatakan rasa terima kasih atas kepedulian PWI Sidoarjo. Dia berharap bantuan itu memberikan manfaat dan membawa berkah bagi seluruh anggota PWI Sidoarjo. “Terima kasih atas kunjungan dan kepeduliannya ini,” cetusnya.

Kata Dwi, sejak berdiri tahun 2009, pihaknya mendapatkan izin untuk memproses adopsi anak. Secara nasional ada 10 lembaga yang bisa memproses adopsi anak.

Di Jatim ada dua yakni di Yayasan Matahari Terbit di Surabaya dan PPSAB Sidoarjo. Sisanya berada di wilayah lain seperti di Jogja, Jateng, Jabar, DKI Jakarta, Lampung, Batam, dan Pontianak.

"Sejak awal berdiri tahun 2009 sampai Mei 2019, kami sudah melayani sebanyak 424 anak, masing-masing 233 anak laki-laki dan 191 anak perempuan. Dari jumlah itu, yang sudah diadopsi sebanyak 288 anak," urainya.

Kata Dwi, kenapa angka yang dilayani dan yang diadopsi berbeda, karena banyak kasus seperti anak dirujuk ke UPT lain, keluarga anak ditemukan, serta ada anak yang sakit.

Selain itu, pihaknya menyadari jika anak-anak yang diasuhnya banyak yang sakit seperti jantung bocor, autis, hydrocepallus, dan lainnya. Hal ini karena sejak dalam kandungan anak-anak itu tidak dikehendaki kelahirannya orangtua mereka.

"Sejak awal tahun 2019 sampai dengan saat ini, sudah ada 170 calon orang tua asuh yang mendaftar. Mungkin setelah lebaran akan ada pelepasan 11 anak lagi,” beber Dwi Antini. (sta/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...