Sabtu, 31 Juli 2021 04:22

Kisah Pemuda Pacitan Selama Empat Bulan di Pasigala, Berhasil Mendirikan 235 Rumah Panggung

Rabu, 29 Mei 2019 17:20 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Kisah Pemuda Pacitan Selama Empat Bulan di Pasigala, Berhasil Mendirikan 235 Rumah Panggung
Hartono, Tenaga teknis LPTP. foto: YUNIARDI SUTONDO/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Menjadi tenaga teknis di daerah terdampak bencana bukanlah hal yang mudah. Apalagi di luar pulau dengan kondisi geografis cukup menantang.

Itulah gambaran kecil yang pernah dilakukan Hartono, salah seorang tenaga teknis dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) yang selama empat bulan ini ikut terjun di daerah terdampak bencana di Palu.

"Selama empat bulan saya bersama dengan tim dari LPTP ikut berkecimpung melakukan recovery terhadap warga terdampak bencana gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala)," ujar pria asal Desa Nanggungan, Kecamatan/Kabupaten Pacitan ini, Rabu (29/5).

Selama empat bulan lebih, ia harus bergelut dengan medan yang begitu sulit lantaran hampir mayoritas rumah terdampak bencana berada di lereng dan kawasan perbukitan. Belum lagi saat memberikan pemahaman kepada warga terdampak yang tempat kediamannya direlokasi, butuh ketelatenan dan kesabaran khusus.

BACA JUGA : 

Gubernur Khofifah Resmikan Bangunan SD di Donggala untuk Korban Gempa dan Tsunami 2018

​Komisi E Dukung Pendidikan Kebencanaan Masuk Kurikulum

Presiden Turut Berduka untuk Korban Bencana Tsunami di Selat Sunda

Peduli Bencana Sulteng, Direktur PT Santos Jaya Abadi Berikan Bantuan Boneka untuk Korban Anak-anak

"Tipikologi masyarakat di sana (Pasigala) dengan Pacitan jauh berbeda. Sehingga memang butuh ketelatenan dan pendekatan khusus. Baik sosiologi maupun pemahaman teknis agar mereka bersedia untuk direlokasi," jelasnya.

Sekalipun hanya mendapatkan imbalan yang relatif kecil, namun bagi Hartono, sekilas cerita sebagai tenaga teknis di daerah terdampak bencana tersebut, akan menjadi pengalaman tersendiri dalam hidupnya. "Setidaknya kalau di Pacitan ada bencana, kami ada sedikit pengalaman untuk ikut terjun membantu pemerintah dalam menangani masalah di lapangan. Namun semoga saja Pacitan ini aman dari musibah, berkat lindungan Allah SWT," harap bapak satu anak ini pada pewarta.

Menurut Hartono, selama empat bulan mengabdi sebagai tim teknis, ia telah merampungkan sekitar 235 perumahan panggung sebagai alternatif recovery pasca bencana. Perumahan ini memang sangat representatif didirikan di daerah dengan tingkat kerawanan bencana sangat tinggi seperti di Palu tersebut.

"Rumah panggung itu selain efisien dari sisi anggaran yang hanya Rp 15 juta, juga tahan terhadap getaran gempa. Karena itu, di Pacitan ini mungkin juga layak untuk didirikan bangunan panggung utamanya di titik-titik rawan bencana," ceritanya.

Akan tetapi, lagi-lagi ia tetap berharap Pacitan terhindar dari segala musibah. Sehingga masyarakat bisa hidup nyaman, damai dalam menjalankan aktivitas. (yun/rev)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...