Senin, 19 Agustus 2019 13:41

Catut Salah Satu Hotel, ​Penipuan Online di Sidoarjo Dikendalikan Lewat Lapas Balikpapan

Jumat, 12 April 2019 21:29 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Catut Salah Satu Hotel, ​Penipuan Online di Sidoarjo Dikendalikan Lewat Lapas Balikpapan
Petugas menunjukkan foto para pelaku.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap kasus penipuan secara online dan memanfaatkan salah satu hotel ternama di Kabupaten Sidoarjo yang dikendalikan melalui Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Kasus penipuan tersebut dikendalikan oleh tiga orang, yaitu Andi Muhammad Mukhlis (29), Muhammad Yasir (23), dan Rachman Rachim (31). Mereka asal Balikpapan, Kalimantan Timur yang kini mendekam di Lapas kelas A Balikpapan terkait kasus narkoba.

Kompol Muhammad Harris mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan para korban yang sudah memesan kamar dan mentransfer sejumlah uang. Namun, saat korban ke bagian front office hotel, namanya tidak terkonfirmasi.

"Jadi korban ini membuka situs salah satu hotel di sidoarjo. Mereka memesan bahkan sempat telphone nomer yang tertera dan mentransfer sejumlah uang ke nomor rekening yang juga tertera di situs tersebut," cetusnya, Jumat (12/4).

Pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan akhirnya terpecahkan bahwa para pelaku berada di dalam Lapas Kelas A Balikpapan. "Kita juga langsung ke sana (Lapas Balikpapan) untuk menginterogasi dan saat kita geledah, kita temukan handphone dan simcardnya masih di dalam," terangnya.

Karena masih dalam masa hukuman, pihaknya bakal memprosesnya kembali setelah para pelaku keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). "Saat ini kami masih kordinasi dengan pihak terkait sambil mengumpulkan bukti-bukti," kata Harris.

Harris mengungkapkan, para pelaku memiliki peran masing-masing. Rachman Rachim (31) merupakan dalang dalam kasus tersebut, ia pembuat situs. Kemudian Muhammad Yasir (23) bertugas sebagai operator dalam penipuan tersebut. Sedangkan Andi Muhammad Mukhlis (29) bertugas sebagai pengelola ATM.

Modusnya, mereka membuat situs dan mengatasnamakan dan memanfaatkan salah satu hotel di Sidoarjo. Untuk meyakinkan customernya, situs tersebut dicantumkan nomor handphone, rekening CIMB Niaga serta foto-foto yang diambil dari situs aslinya.

"Para pelaku ini sebelumnya tidak pernah ke Sidoarjo. Dia tahu nama hotel tersebut hanya dari situs aslinya," katanya.

Para korbannya pun banyak, baik dari wilayah Sidoarjo, Surabaya, Jakarta bahkan dari petugas kementerian yang berniat membuat acara di hotel tersebut. "Kerugian para korban kalau dihitung mencapai Rp 27 sampai 30 juta. Hasilnya mereka gunakan belanja online dan judi online," pungkasnya. (cat/ian) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...