Senin, 22 Juli 2019 09:41

Perhatian Pemerintah dan DPR Terhadap Pesantren Dinilai Masih Kurang

Minggu, 07 April 2019 18:43 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Perhatian Pemerintah dan DPR Terhadap Pesantren Dinilai Masih Kurang
Diskusi Publik yang menghadirkan caleg DPR RI kurang diminati.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Di era kepemimpinan Jokowi-JK, pesantren sudah mendapatkan perhatian. Namun, hal itu masih dirasa kurang. Pasalnya, bantuan yang diberikan pemerintah kepada pesantren tidak sebanding dengan perjuangan para kiai yang berjuang selama 24 jam mendidik para santri. 

Hal itu diungkapkan Ketua PCNU Kabupaten Lamongan Supandi saat membuka Diskusi Publik dengan tema "Membedah Visi Misi Celeng DPR RI dan Kontribusinya Pada Pembangunan Daerah Lamongan", di Gedung KPRI Handayani, Minggu (7/4).

Menurut Supandi, meski saat ini ada beberapa regulasi atau UU yang sudah mengatur tentang dunia pesantren, tetapi hal itu masih belum cukup mengakomodir kepentingan mengenai dunia pesantren. 

"Jujur saja, selama ini masih belum ada perhatian lebih terhadap dunia pesantren yang dilakukan para anggota DPR-RI. Padahal, kontribusi pesantren sangat besar terhadap kemajuan bangsa Indonesia," katanya. 

Dijelaskan Supandi, seharusnya pemerintah, khususnya DPR RI yang mempunyai fungsi membuat UU, harus melihat bagaimana perjuangan para kiai dan ustadz dalam mendidik para santri di ponpes. 

"Tidak mudah, kalau sekolah informal paling perhatian dari pukul 07.00 sampai sore hari saja. Tapi kalau pendidikan di pesantren ini 24 jam dibimbing oleh para kiai dan ustadz," katanya.

Terkait hal ini, anggota DPR RI Viva Yoga Mauladi mengungkapkan, bahwa pemerintah pusat sudah menggelontorkan dana 20 persen kepada dunia pendidikan di Indonesia. Namun, mayoritas dana tersebut memang diperuntukkan pendidikan formal.

"Kalau komisi saya Komisi IV, yang membidangi Kelautan, Maritim, Kehutanan dan Pertanian. Jadi banyak yang sudah kita berikan kepada mereka para petani, nelayan dan masalah kehutanan, ini sudah kita laksanakan terutama dana DAK," jelasnya.

Selain Viva Yoga Mauladi (PAN), diskusi publik yang diadakan oleh Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama PC (ISNU) Lamongan itu juga menghadirkan pemateri Zainul Munasichin (PKB), Eddi Kuntadi (Golkar), H Taslis Fahmi (Gerindra), dan Nasyirul Falah Amru dari PDIP, serta Wabup Lamongan Kartika Hidayati.  Selain itu juga dihadiri pimpinan rektorat universitas Unisda, Unisla, Unsuri dan IAI Tabah.

Namun acara yang seyogyanya berlangsung cukup menarik dan meriah itu, berlangsung sepi. Sebab sejumlah mahasiswa yang diundang satu per satu meninggalkan lokasi diskusi. (qom/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...