Rabu, 22 Mei 2019 18:51

Tafsir Al-Isra 30: Kemiskinan Mengantar ke Surga

Jumat, 29 Maret 2019 23:20 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Isra 30: Kemiskinan Mengantar ke Surga
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag

30. inna rabbaka yabsuthu alrrizqa liman yasyaau wayaqdiru innahu kaana bi’ibaadihi khabiiran bashiiraan

Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal

TAFSIR AKTUAL:

Ayat kaji ini soal rezeki yang dikucurkan Tuhan kepada setiap hamba menurut kebijakan-Nya sendiri. Ada yang diberi banyak, sangat banyak, sedang, sedikit, dan sangat sedikit. Semua sudah dipertimbangkan matang-matang dan pasti yang terbaik bagi yang bersangkutan. Hanya saja manusia sering berprasangka buruk kepada-Nya, jika tidak mendapatkan yang dia inginkan.

Ada orang yang diberi harta banyak dan dia mengerti apa yang harus dilakukan. Lalu dipakai ibadah, sedekah, dan amal sosial sebanyak-banyaknya. Inilah orang kaya di dunia dan akan kaya pula di akhirat. Ada yang diberi harta sangat banyak, mudah sekali mendapat uang, tapi lebih untuk nafsunya sendiri. Berat beramal baik, rasanya berat pula menjadi kaya di akhirat.

Ada yang diberi rezeki cukup, tidak berlebih, bahkan sering kekurangan, tapi sangat sadar akan amal shalih, lalu suka berderma. Mau kurban saja harus menabung bertahun-tahun. Inilah orang miskin di dunia, tapi bakalan menjadi kaya di akhirat. Ada pula yang miskin di dunia, susah cari uang, susah pula diajak ibadah. Bila mendapat uang agak banyak sedikit, justru dipakai mengumbar nafsu. Inilah orang miskin di dunia, miskin pula di akhirat.

Orang begini ini wajib dikasihani, didampingi dan diarahkan sebijak mungkin. Bahwa kemiskinan bukanlah kutukan. Semua yang diberikan Tuhan di dunia ini adalah ujian. Orang bisa masuk surga karena uangnya, tapi bisa juga masuk neraka karena uangnya. Orang bisa masuk surga karena kemiskinannya, tapi bisa pula masuk neraka karena kemiskinannya.

Adalah Bilal ibn Abi Rabah, budak kulit hitam yang dibeli Abu Bakar lalu dimerdekakan. Status budak, kurang miskin apa?. Bilal yang masih hidup di dunia dan belum mati, tapi sudah dicatat sebagai penghuni surga. Nabi Muhammad SAW sendiri yang mendengar suara langkah kaki Bilal jalan-jalan di surga. Ya, Bilal ridla dengan keadaannya. Meski sebagai pekerja kasar, Bilal suka bersedekah meski sedikit, selalu menjaga wudhu dan aktif shalat sunnah sebanyak mungkin.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...