Rabu, 24 Juli 2019 04:26

Soal Kasus Perusakan Patok Kilang Minyak Tuban, Polisi Gelar Olah TKP

Kamis, 28 Maret 2019 16:41 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Soal Kasus Perusakan Patok Kilang Minyak Tuban, Polisi Gelar Olah TKP
Petugas saat menunjukkan salah satu patok yang dirusak warga.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kasus perusakan patok di sekitar area rencana pembangunan kilang minyak Grast Root Refinery (GRR) Tuban memasuki babak baru. Untuk pengembangan kasus tersebut, Satreskrim Polres Tuban melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dusun Bogang dan Boro, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Kamis (28/3).

"Olah TKP ini untuk memperkuat proses penyidikan yang telah kita lakukan terhadap para saksi dan tersangka," ujar Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Mustijat Priyambodo kepada BANGSAONLINE.com.

Kasatreskrim menduga ada tersangka lain dalam kasus perusakan patok-patok tersebut. Dari keterangan beberapa saksi yang telah diperiksa, seluruhnya mengakui telah melakukan aksi perusakan patok.

"Dan kita pastikan lagi lokasi perusakan patok dengan olah TKP ini. Pencabutan dan pengerusakan patok terjadi di sebuah lahan persawahan warga di Desa Wadung yang masuk ke dalam proyek pembangunan kilang Pertamina," terangnya.

Saat ini, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. "Masih ada tiga orang lagi yang kita periksa namun statusnya saat ini masih sebagai saksi," pungkas AKP Mustijat.

Sementara itu, salah satu warga sekitar, Eko Supriyadi, membenarkan adanya pencabutan patok yang dilakukan sejumlah warga. Menurutnya, pencabutan itu dilakukan secara spontan karena patok tersebut tidak dilampiri izin dari pihak Desa. Bahkan, kata dia, Kades juga mengizinkan dilakukan pencabutan.

Karena merasa sudah mendapatkan izin, warga pun berbondong-bondong melakukan pencabutan patok yang dipasang di lahan persawahan warga.

“Warga sudah minta izin kepada Kades, dan diizinkan untuk dicabut, karena pemasangan patok itu belum ada izin dari pihak desa,” ungkap Eko yang juga menjabat sebagai perangkat desa Wadung itu.

Sekadar informasi, pihak kepolisian telah menetapkan sebanyak tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Yakni, M, D, dan S yang merupakan warga ring satu rencana pembangunan kilang minyak Tuban.

Akibat perbuatan yang dilakukannya, ketiga tersangka perusakan patok tersebut diancam dengan pasal 170 KUHP tahun tentang perusakan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan kurungan penjara. (gun/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...