Kamis, 03 Desember 2020 15:02

​Oknum Guru di Sumenep Diduga Aniaya Muridnya hingga Tewas, Ini Klarifikasinya

Jumat, 22 Maret 2019 00:37 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Sahlan
​Oknum Guru di Sumenep Diduga Aniaya Muridnya hingga Tewas, Ini Klarifikasinya
Kepala Sekolah SMAN Batuan Salehoddin (memakai batik), saat dikonfirmasi sejumlah awak media pada Kamis (21/3) siang di ruang kerjanya.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Oknum guru SMAN Batuan Sumenep yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswanya hingga meninggal dunia menjadi sorotan publik. Terkait hal ini, pihak sekolah memberikan klarifikasi. 

Kepala Sekolah SMAN Batuan Sumenep, Salehoddin, membantah ada siswanya yang meninggal akibat dianiaya guru. Ia tak menampik adanya siswa yang meninggal dunia. Namun meninggalnya siswa tersebut disebabkan sakit otak akibat radiasi HP.

"Jadi siswa yang santer dikabarkan meninggal dunia sebab dianiaya itu salah," ujarnya.

"Menurut sesuai surat izin pihak keluarga yang dikirim ke sekolah, siswa itu sakit akibat radiasi HP. Saat pihak sekolah datang berkunjung, penyakit yang diderita siswa Andrean (korban) memang terkena radiasim, bukan kasus penganiyaan," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengakui bahwa korban Andrean sempat dipukul oleh guru agama menggunakan gayung. Namun, itu sudah terjadi pada Oktober 2018 lalu.

“Jadi, sudah sekitar lima bulan yang lalu. Itu pun gayung hanya menyentuh dahi, tidak keras. Dan setelah itu, siswa yang bersangkutan tetap baik-baik saja dan sehat dan bersekolah seperti biasanya,” terangnya.

Menurutnya, masalah pemukulan tersebut sudah selesai. "Siswa yang lain mengakuinya kalau pukulan terhadap Andrean itu tidak keras. Itu pun gayung yang digunakan memang gayung yang sudah pecah. Itu bukan pecah setelah dipukulkan, namun gayungnya memang pecah sebelumnya,” ujarnya.

Untuk itu, Salehoddin kembali menegaskan bahwa kabar penganiyaan yang dilakukan oknum guru kepada siswa hingga meninggal dunia itu tak benar. “Kami sudah mengklarifikasi kepada pihak guru bersangkutan, teman sebangku, dan teman lainnya. Jadi, dia sakit karena faktor radiasi HP, bukan penganiayaan,” terangnya.

Hal ini dibuktikan dengan hasil diagnosa dokter RSUD Sumenep dan RSUD Pamekasan yang menyatakan bahwa korban meninggal akibat terkena radiasi HP hingga mengakibatkan infeksi syaraf otak.

"Berdasarkan keterangan teman-temannya, korban memang kecanduan game sehingga sering tidak mengerjakan tugas dan tidur waktu pelajaran. Kemudian dibangunin disuruh ke depan, tidak lantas dipukul ditempat," pungkasnya.

Terkait adanya laporan ke Polres, Salehoddin menyatakan pihaknya siap menghadapinya. “Kalau itu (adanya laporan ke polisi, red), kami akan tunggu dan akan kami jelaskan semua. Harus kami buka fakta, dan kebenaran harus diungkap,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dunia pendidikan Sumenep dihebohkan dengan kabar adanya oknum guru di SMAN Batuan Sumenep yang diduga menganiaya muridnya hingga meninggal dunia. Guru agama berinisial F ini diduga melakukan tindakan kekerasan berupa penganiyaan terhadap salah seorang siswanya bernama Andrean (17), warga Desa Lembung, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep. Dikabarkan, korban meregang nyawa saat proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). (aln/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...