Selasa, 18 Juni 2019 04:45

Kuasa Hukum dan Korban Kekerasan Sales Oppo Datangi Mapolres Tuban

Kamis, 07 Maret 2019 02:47 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Kuasa Hukum dan Korban Kekerasan Sales Oppo Datangi Mapolres Tuban
Kuasa Hukum korban Nur Aziz, S.H., M.H., memberikan keterangan kepada awak media saat mendatangi Mapolres Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Gemilang Indra Yuliarti (24), sales Oppo yang mendapat punishment atau hukuman tak wajar dari atasannya mendatangi Mapolres Tuban, Rabu (6/3). Dengan didampingi keluarga dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lentera Yustisia, Nur Aziz, S.H., M.H., kedatangan mereka ke Satreskrim Polres Tuban guna mempertegas laporan yang telah dilakukan pada akhir Februari 2019 lalu.

Nur Aziz mengatakan, kedatangannya ke Mapolres guna menegaskan kembali laporan tindak pidana dugaan kekerasan fisik maupun mental terahadap kliennya, yang dilakukan Supervisor dan Trainer PT. World Inovatif Telecommunication (WIT), perusahaan Oppo. Tak hanya itu, perusahaan tersebut diduga memberikan upah di bawah minimum sebagaimana yang sudah diatur dalam pasal 185 dan 186, Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Menurut Nur Aziz, selama ini upah yang diterima Gemilang ini hanya Rp 2.200.000. Padahal, perekrutan dilakukan di Gresik. "Ya garusnya gaji yang dia terima mengikuti (UMK, red) Kabupaten Gresik," bebernya.

Lanjut Nur Azis, saat ini keluarga korban sudah kembali membuat laporan dengan pihak terlapor yakni, Wahyu Widodo Regional General Manager (RGM), Prawoto Hadi selaku Supervisor, Febe Essa, Jauhar Ali Firdaus, dan Aulia Zulaifa selaku Trainer, Nur Hamid Regional Manager (RM), serta Abdul Mujib sebagai Human Resources Development (HRD).

"Dari semuanya itu, ada dugaan turut serta melakukan kekerasan terhadap karyawan," cetusnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Peradi Tuban ini menjelaskan, pasca koordinasi ke Mapolres ini, diharapkan polisi segera menangani kasus tersebut. "Kami berharap upaya ini bisa membuat efek jera terhadap pelaku," cetusnya.

Sedangkan, berdasarkan informasi terbaru, saat ini para terlapor sudah pindah ke Bojonegoro.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat mengungkapkan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. "Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa beberapa saksi," paparnya. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...