Senin, 22 April 2019 03:57

Kuasa Hukum dan Korban Kekerasan Sales Oppo Datangi Mapolres Tuban

Kamis, 07 Maret 2019 02:47 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Kuasa Hukum dan Korban Kekerasan Sales Oppo Datangi Mapolres Tuban
Kuasa Hukum korban Nur Aziz, S.H., M.H., memberikan keterangan kepada awak media saat mendatangi Mapolres Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Gemilang Indra Yuliarti (24), sales Oppo yang mendapat punishment atau hukuman tak wajar dari atasannya mendatangi Mapolres Tuban, Rabu (6/3). Dengan didampingi keluarga dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lentera Yustisia, Nur Aziz, S.H., M.H., kedatangan mereka ke Satreskrim Polres Tuban guna mempertegas laporan yang telah dilakukan pada akhir Februari 2019 lalu.

Nur Aziz mengatakan, kedatangannya ke Mapolres guna menegaskan kembali laporan tindak pidana dugaan kekerasan fisik maupun mental terahadap kliennya, yang dilakukan Supervisor dan Trainer PT. World Inovatif Telecommunication (WIT), perusahaan Oppo. Tak hanya itu, perusahaan tersebut diduga memberikan upah di bawah minimum sebagaimana yang sudah diatur dalam pasal 185 dan 186, Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Menurut Nur Aziz, selama ini upah yang diterima Gemilang ini hanya Rp 2.200.000. Padahal, perekrutan dilakukan di Gresik. "Ya garusnya gaji yang dia terima mengikuti (UMK, red) Kabupaten Gresik," bebernya.

Lanjut Nur Azis, saat ini keluarga korban sudah kembali membuat laporan dengan pihak terlapor yakni, Wahyu Widodo Regional General Manager (RGM), Prawoto Hadi selaku Supervisor, Febe Essa, Jauhar Ali Firdaus, dan Aulia Zulaifa selaku Trainer, Nur Hamid Regional Manager (RM), serta Abdul Mujib sebagai Human Resources Development (HRD).

"Dari semuanya itu, ada dugaan turut serta melakukan kekerasan terhadap karyawan," cetusnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Peradi Tuban ini menjelaskan, pasca koordinasi ke Mapolres ini, diharapkan polisi segera menangani kasus tersebut. "Kami berharap upaya ini bisa membuat efek jera terhadap pelaku," cetusnya.

Sedangkan, berdasarkan informasi terbaru, saat ini para terlapor sudah pindah ke Bojonegoro.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat mengungkapkan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan. "Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan sudah memeriksa beberapa saksi," paparnya. (gun/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...