Rabu, 15 Juli 2020 09:44

Resmi Purna Bhakti, Mantan Kapolsek Senori Kompol Ahmad Kusrin Kisahkan Perjalanan Karirnya

Minggu, 17 Februari 2019 19:56 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Istihar
Resmi Purna Bhakti, Mantan Kapolsek Senori Kompol Ahmad Kusrin Kisahkan Perjalanan Karirnya
Pelepasan Purna Bakti Kompol Akhmad Kusrin.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Polsek Senori menggelar pelepasan mantan Kapolsek Senori Purna Bhakti, Kompol Ahmad Kusrin bertempat di pendopo kecamatan setempat, Minggu (17/2).

Pelepasan tugas Purna Bakti tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan di tingkat kecamatan seperti Camat, Danramil, dan UPT/UPTD beserta para kiai dan tokoh masyarakat.

"Saya dan keluarga mohon maaf dan pamit sebagai Kapolsek maupun menjadi anggota kepolisian karena sudah purna atau pensiun di usia 58 tahun," ujar Kusrin.

Pria kelahiran Randublatung, Blora 22 Februari 1961, itu dikenal sebagai seorang perwira yang humanis. Ia pun mengatakan jika dirinya berlatar belakang dari keluarga kurang mampu.

"Saya dari keluarga kurang mampu dengan sembilan saudara. Sehingga, untuk sekolah pun tidak menggunakan sepatu. Bahkan di jenjang SDN pernah tidak naik kelas selama dua kali, di kelas dua dan kelas empat," ceritanya.

Melanjutkan pendidikan formal ke SMPN Randublatung tahun 1978, dan lulus tahun 1981 di SMA atau STM Migas Cepu. Meski mendapatkan ranking satu, namun ia gagal saat daftar ke perguruan tinggi. "Ya akhirnya memutuskan merantau ke ibu kota Jakarta untuk bekerja," imbuhnya.

Saat merantau tahun 1981-1983 di Ibu Kota Jakarta, ia bertemu dengan tetangga kampung asal Blora yang menjadi anggota Brimob. Kemudian, ia disarankan agar mendaftar polisi. "Saya pulang kampung jual pedet (anak sapi) seharga Rp 700 ribu sebagi modal persyaratan menjadi Polri seperti mondar-mandir pemberkasan berkat syaratnya," ungkapnya.

Ia akhirnya berhasil lulus Diklat Dak 010 dari Bangsal, Mojokerto tahun 1984. "Gaji pertama sebesar 75 Ribu. Pertama kali ditugaskan di Polres Tuban menjadi Dansatserse, kemudian dilanjutkan tahun 1985 bertugas ke Polsek Plumpang. Alhamdulliah, di tempat situ juga dapat Istri, Siti Aliyah Kusrin," kekehnya.

Kemudian, saat pangkat Serda, Sertu, dan Serka, Serma, ia ditempatkan di Polsek Rengel. Hingga pernah ditugaskan Plt. Kapolsek Rengel juga. Lalu, Kusrin melanjutkan pendidikan sekolah Secapa tahun 1997 dari Rengel dan di tahun 1998 berpindah di Polres Madiun Kota berpangkat Letda Pol menjabat Wakasatserse.

Ia akhirnya naik pangkat menjadi AKP dan menjabt Kapolsek Mahuwarjo tahun 2002-2006. Pindah lagi ke Polwil sebagi Pabin Polhut KPH Ngawi. Akhirnya, pindah tugas menjadi Kapolsek Soko, Merakurak, Parengan, dan terakhir di Senori. Di tempat ini ia mendapatkan pangkat Kompol pengabdian (Bintang Bhayangkara Nararya).

"Di sini (Senori.red) kota santri, lain dengan lain. Selama bertugas dua tahun lima bulan tahun 2015- 2019, kami mendapatkan dukungan penuh dari para tokoh ulama dan ormas. Tugas-tugas sebagai Polri dalam menjalankan kewajiban kami, meski ada kasus pencurian kecil kecil," tutupnya. (ahm/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...