Sabtu, 21 September 2019 17:02

​Target Jokowi Menang 80 Persen, Kiai Asep: Pilih Capres yang Salat

Rabu, 30 Januari 2019 09:47 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Tim
​Target Jokowi Menang 80 Persen, Kiai Asep: Pilih Capres yang Salat
Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (pegang mik) dan KH Muhammad Roziqi (paling kiri) dalam acara JKSN di kediaman Kiai Asep Saifuddin Chalim di Pacet Mojokerto, Selasa (29/1/2019). foto: BANGSAONLINE.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA mengaku heran terhadap beberapa kiai dan habaib yang selalu pakai argumentasi agama Islam dalam politik pemilihan presiden tapi tidak konsisten (tidak istiqomah) dengan do’a yang dipanjatkan tiap hari.

“Kita kalau berdoa, Ya Allah jatuhkanlah atau berilah kami pemimpin yang takwa. Indikator takwa itu salat. Tapi aneh. Mereka tak mendukung Pak Jokowi. Pak Jokowi itu salat. Saya pernah menyaksikan sendiri Pak Jokwi salat di mathaf (tempat tawaf di Makkah-red). Jadi, kita harus memilih calon presiden yang salat, jangan milih pemimpin yang tidak salat,” tandas Kiai Asep Saifuddin Chalim di depan ratusan kiai se-Kabupaten dan Kota Mojokero Jawa Timur di aula pribadi kediamannya di Pacet Mojokerto, Selasa (29/1/2019).

Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto yang kini memiliki 11 ribu santri itu optimistis pasangan capres nomor 01 menang 80 persen di Mojokerto. “Jangan ada Wahabi di Mojokerto. Bahaya sekali. Karena itu Pak Jokowi harus menang 80 persen,” tegas mantan Ketua PCNU Kota Surabaya itu. Ratusan kiai NU yang hadir langsung memanjatkan doa amin dan tepuk tangan. 

Hampir setiap berkampanye di berbagai tempat bahkan di luar negeri Kiai Asep selalu menargetkan 80 persen untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Bahkan saat kampanye di depan warga Indonesia di Jeddah, Kiai Asep menargetkan menang 90 persen untuk Jokowi-Ma'ruf. Kiai Asep sudah keliling ke berbagai negara seperti Hongkong, Taiwan, Malyasia, Maroko, Mesir, dan negara-negara lain menemui warga Indonesia di negara-negara tersebut agar mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Saat keliling ke berbagai negara sering bersama Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa yang pada tanggal 19 Februari nanti dilantik sebagai gubernur Jawa Timur.

Kiai Asep yang juga ketua Umum Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu menilai para kiai dan habaib yang memilih Jokowi-Ma’ruf Amin sudah pada posisi yang benar. “Kita harus menjaga ahlussunnah waljamaah. Kita harus memilih pemimpin yang komitmennya jelas terhadap NU. Pak Jokowi sudah jelas komitmennya. Di antaranya Pak Jokowi menetapkan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober,” tegas Kiai Asep. Padahal, kata Kiai Asep, ada politikus dari partai Islam non-NU saat itu menentang kebijakan Pak Jokowi menetapkan Hari Santri Nasional.

Kiai Asep mengingatkan bahayanya Wahabi tumbuh di tanah air. Sebab, tegas dia, Wahabi selain tidak toleran terhadap perbedaan, terutama paham agama, juga akan menggusur pejabat-pejabat yang tak sealiran. Bahkan ideologi Pancasila, NKRI, dan paham Ahlussunnah Waljamaah akan dihabisi. “Karena itu jangan ada Wahabi di Mojokerto,” tegasnya.

Kiai Asep menyerukan agar mengirim surat fatihah kepada pihak-pihak yang menganut paham Ahlussunnah Waljamaah tapi tidak menyadari tentang bahaya Wahabi. Di antaranya kepada mantan ketua partai di Jawa Timur yang kini disebut-sebut gencar memperalat khittah NU.

Dalam acara itu Kiai Asep juga memperkenalkan Muchit selaku calon anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nomor 3 dari dapil Mojokerto dan Jombang.

Sementara Ketua Umum Jaringan Santri Nasional (JKSN) KH Muhammad Roziqi lebih banyak bercerita tentang kronologi terbentuknya JKSN. Menurutnya, JKSN merupakan kelanjutan dari perjuangan para kiai dan santri yang awalnya tergabung dalam tim pemenangan Khofifah Indar Parawansa dalam pemilihan gubernur Jawa Timur. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Sabtu, 21 September 2019 15:30 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...