Selasa, 20 Agustus 2019 15:40

JMR Tuntut Pencabutan Remisi Terhadap I Nyoman Susrama

Jumat, 25 Januari 2019 14:04 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Iwan Irawan
JMR Tuntut Pencabutan Remisi Terhadap I Nyoman Susrama
Puluhan wartawan se-Malang Raya saat aksi demo menuntut pencabutan remisi yang dikeluarkan Presiden RI Jokowi kepada I Nyoman Susrama, di bundaran Tugu Balai Kota. foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Malang Raya (JMR), Jumat (25/01), menuntut Presiden RI Joko Widodo agar mencabut remisi yang diberikan kepada I Nyoman Susrama, otak pembunuhan jurnalis Radar Bali AA Gede Bagus N, dua tahun lalu. Sebelumnya, berdasarkan remisi tersebut, hukumpan I Nyoman Susrama berkurang dari hukuman seumur hidup menjadi hukuman 20 tahun penjara.

Abdul Malik, koordinator lapangan aksi demo menilai, remisi kepada Susrama merupakan preseden buruk bagi demokrasi dan kebebasan pers di tanah air.

"Semestinya hukuman mati sesuai tuntutan dari Jaksa. Namun jika diputus hukuman seumur hidup oleh hakim, tentunya itu sudah berkurang. Tapi kenapa masih diberi remisi?," terangnya, Jumat (25/01).

Dia bersama wartawan lain merasa khawatir pemberian remisi akan terulang kembali kepada Susrama lagi, selama menjalani hukuman 20 tahun di penjara. "Terburuknya lagi bisa menerima pembebasan bersyarat," tegasnya.

Perlu diketahui, I Nyoman Susrama diadili karena menjadi otak pembunuhan wartawan Radar Bali karena mengungkap aksi penyelewengan dan korupsi yang dilakukan Susrama.

"Dan kami sangat menyayangkan, apa yang sudah dikeluarkannya, yakni turunnya surat remisi pada 7 Desember 2018, tentang Keppres no. 29 tajin 2018, terkait pemberian remisi berupa perubahan dari pidana seumur hidup menjadi pidana penjara sementara," tandasnya.

"Semestinya, keputusan manjelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menjadi angin segar, bagi penegakan hukum di tanah air atas pembunuhan jurnalis tersebut," pungkasnya. (iwa/thu/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...