Minggu, 18 Agustus 2019 04:42

Bupati Gresik Tak Beri Pendampingan Hukum untuk Muktar

Kamis, 17 Januari 2019 09:48 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Bupati Gresik Tak Beri Pendampingan Hukum untuk Muktar
Tersangka Muktar saat dikirim Kejari Gresik ke Rutan Medaeng. foto: Syuhud/ bangsaonline.com

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memegang aturan teguh terkait pejabat yang tersandung kasus korupsi. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan kalau Pemkab tak akan memberikan pendampingan hukum terhadap sekretaris sekaligus mantan Plt Kepala BPPKAD M. Muktar. Ia terbelit operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan pemotongan insentif pegawai BPPKAD dari jasa upah pungut pajak daerah dengan total barang bukti (BB) Rp 537 juta.

Penegasan ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik, Nadlif, kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (16/1) malam. Ia juga memastikan, dalam kasus tersebut Pemkab tak akan intervensi Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik yang tengah mengusutnya.

"Pemkab terhadap kasus Pak Muktar sama dengan kasus pejabat sebelumnya. Tak memberi pendampingan hukum karena yang bersangkutan tersandung kasus pidana korupsi dan sudah menjadi tersangka dan ditahan," jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Nadlif, Muktar juga belum pernah mengajukan pendampingan hukum. "Kalau pun toh Pak Muktar minta dilakukan pendampingan hukum, tetap tak bisa kami kabulkan," terangnya.

Pendampingan hukum, jelas Nadlif, bisa dilakukan oleh Bagian Hukum Pemkab Gresik hanya untuk aparatur sipil negara (ASN) yang tersandung kasus perdata, pidana, atau pengadilan tata usaha negara (PTUN). "Untuk kasus korupsi tidak ada pendampingan sama sekali, meski nilai kerugian negara itu sangat kecil," katanya.

Karena itu, tidak semua ASN yang tersandung kasus hukum harus mendapat pendampingan hukum dari Bagian Hukum Pemkab. Ditanya apakah Muktar sudah dinonaktifkan dari jabatan sekretaris BPPKAD, Nadlif menyatakan belum. "Kami masih menunggu surat dari Kejari Gresik terkait status Muktar yang menjadi tersangka dan ditahan," pungkasnya. (hud/rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...