Rabu, 16 Oktober 2019 20:12

Bupati Gresik Tak Beri Pendampingan Hukum untuk Muktar

Kamis, 17 Januari 2019 09:48 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Bupati Gresik Tak Beri Pendampingan Hukum untuk Muktar
Tersangka Muktar saat dikirim Kejari Gresik ke Rutan Medaeng. foto: Syuhud/ bangsaonline.com

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memegang aturan teguh terkait pejabat yang tersandung kasus korupsi. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto memastikan kalau Pemkab tak akan memberikan pendampingan hukum terhadap sekretaris sekaligus mantan Plt Kepala BPPKAD M. Muktar. Ia terbelit operasi tangkap tangan (OTT) kasus dugaan pemotongan insentif pegawai BPPKAD dari jasa upah pungut pajak daerah dengan total barang bukti (BB) Rp 537 juta.

Penegasan ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Gresik, Nadlif, kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (16/1) malam. Ia juga memastikan, dalam kasus tersebut Pemkab tak akan intervensi Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik yang tengah mengusutnya.

"Pemkab terhadap kasus Pak Muktar sama dengan kasus pejabat sebelumnya. Tak memberi pendampingan hukum karena yang bersangkutan tersandung kasus pidana korupsi dan sudah menjadi tersangka dan ditahan," jelasnya.

Sejauh ini, lanjut Nadlif, Muktar juga belum pernah mengajukan pendampingan hukum. "Kalau pun toh Pak Muktar minta dilakukan pendampingan hukum, tetap tak bisa kami kabulkan," terangnya.

Pendampingan hukum, jelas Nadlif, bisa dilakukan oleh Bagian Hukum Pemkab Gresik hanya untuk aparatur sipil negara (ASN) yang tersandung kasus perdata, pidana, atau pengadilan tata usaha negara (PTUN). "Untuk kasus korupsi tidak ada pendampingan sama sekali, meski nilai kerugian negara itu sangat kecil," katanya.

Karena itu, tidak semua ASN yang tersandung kasus hukum harus mendapat pendampingan hukum dari Bagian Hukum Pemkab. Ditanya apakah Muktar sudah dinonaktifkan dari jabatan sekretaris BPPKAD, Nadlif menyatakan belum. "Kami masih menunggu surat dari Kejari Gresik terkait status Muktar yang menjadi tersangka dan ditahan," pungkasnya. (hud/rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...