Bupati Gresik Dampingi Kepulangan 3 Anak PMI dari Malaysia

Bupati Gresik Dampingi Kepulangan 3 Anak PMI dari Malaysia Bupati Gresik ketika mendampingi anak PMI yang dipulangkan dari Malaysia. Foto: Ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mendampingi kepulangan 3 anak PMI atau Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia ke Kota Pudak pada Senin (9/2/2026). Mereka adalah MI (12) dan SY (8) asal Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, serta HA (11) dari Desa Siwalan, Kecamatan Panceng.

Kepulangan ini menjadi pertemuan pertama mereka dengan kampung halaman setelah bertahun-tahun hidup di negeri jiran. 

“Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan proses kepulangan berlangsung aman, manusiawi, dan penuh perlindungan, sebagai bentuk nyata kehadiran negara bagi keluarga PMI,” kata Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik, Selasa (10/2/2026).

Ditegaskan olehnya, anak-anak PMI tidak boleh menanggung dampak migrasi. 

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban jarak dan migrasi. Mereka harus pulang dengan aman, terlindungi, dan memiliki masa depan yang jelas,” ucapnya.

Gus Yani menyatakan, pemerintah daerah menyiapkan pendampingan psikososial, konseling, hingga rumah singgah bila diperlukan. Dokumen kependudukan juga akan diproses agar mereka mendapat akses pendidikan dan layanan kesehatan.

“Ini baru awal. Prosesnya masih panjang karena masih banyak anak PMI lain yang menunggu kepulangan. Pemerintah daerah akan terus berkomunikasi dengan KBRI di Kuala Lumpur agar kehadiran negara benar-benar dirasakan,” paparnya.

Setibanya di tanah air, ketiga anak dijemput Sekdakab Gresik bersama Dinas KBPPPA, Disnaker, camat, dan perangkat desa.

Kepulangan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman Pemkab Gresik dengan KBRI Kuala Lumpur. Kota Pudak diketahui memiliki 7 kantong besar PMI, dengan jumlah sekitar 5.700 orang.

Program perlindungan PMI dijalankan melalui skema BUMI Gresik dalam RPJMD, dan melibatkan lintas dinas.

Ketiga anak telah diserahkan kepada keluarga masing-masing. Siti Khotimah (50), orang tua HA, menyampaikan rasa syukur. 

“Alhamdulillah senang sekali akhirnya anak saya HA bisa pulang. Tidak menyangka kepulangannya bersama Pak Bupati,” tuturnya. (hud/mar)