Senin, 27 Mei 2019 11:00

​Ssstttt! Ada Warung yang Menjual Sepiring Sarapan Pagi Seharga Rp 3.000 di Semarang

Minggu, 09 Desember 2018 23:12 WIB
Editor: Choirul
Wartawan: -
​Ssstttt! Ada Warung yang Menjual Sepiring Sarapan Pagi Seharga Rp 3.000 di Semarang
Lihatlah lauknya.... hmmmm... yummy... foto: tim

SEMARANG, BANGSAONLINE.com – Tak habis pikir! Di Kota Semarang, masih terdapat warung nasi sepiring yang dibandrol Rp 3.000. Lantas, pasti muncul pertanyaan, si penjual untung berapa?

Di kalangan mahasiswa Semarang, gerai ini cukup ngetop dengan sebutan nasi krempyeng. Khususnya mahasiswa di kawasan Universitas Negeri Semarang (Unnes) Kampus Sekaran. Letaknya, di Pasar Krempyeng Sekaran, Jl Taman Siswa, Sekaran, Gunung Pati, Sekaran, Kota Semarang.

Menu ini selalu menjadi incaran mahasiswa. Meski harganya murah, soal rasa tidak murahan. Menunya, nasi, urap, mihun, kering tempe, keripik peyek, dan yang paling khas dan yang membuatnya beda, sambalnya terdiri dari 3 jenis. Digabungkan jadi satu, yaitu ada sambal kelapa, terasi, dan kacang.

Jika ingin nambah lauk, harganya pun bikin tercengang. Gorengan, ayam goreng, telur dadar, perkedel kentang, dan juga balungan ayam dibandrol di kisaran Rp 1000 – 3000.

Ndak perlu khawatir, sebab di lokasi ini ada beberapa penjual nasi krempyeng. Semuanya sepertinya ada kesepakatan soal harga, termasuk soal lauk. Sama plek!

Nur Azizah (40), satu penjual nasi di pasar ini, mengaku telah berjualan selama 20 tahun. Rutinitasnya selama ini, membuka lapak pukul 04.30 WIB, dan rata-rata tutup pukul 09.00 WIB, saat dagangan ludes terjual.

“Dua puluh tahun lalu, modal saya Rp 1 juta. Soal keuntungan sangat tergantung. Tidak ada yang sarapan nasi yang semurah ini, tidak masalah saya menjualnya hanya Rp 3.000 saja, yang penting yang beli barokah,” ujar Nur Azizah. “Dan tentunya, pelanggan terbanyak adalah anak kos,” tambah dia.

“Ini nasi krempyeng memang enak banget sih buat sarapan pagi, pilihan lauknya banyak, sambalnya enak, terus harganya murah banget. Jadi pas banget buat sarapan anak kos,” ujar Herry (27), pria yang ngekos di kawasan kampus Unnes.

“Harganya murah, jadi bisa dihemat-hemat uangnya buat makan nanti siang hehehe,” timpal Rizky (20) mahasiswa Unnes.

Pengamat tata boga Octavianti Paramita S.Pd M.Sc (40), yang juga Dosen Tataboga Unnes menandaskan, “Dari segi penyajiannya, makanan ini memang khas makanan pasar yang murah-meriah, dan wajar karena sasarannya memang mahasiswa,” kata dia.

“Jika dilihat dari sayuran-sayuran yang gunakan, mirip dengan sayuran yang digunakan di dalam hidangan tumpeng, yaitu urap (hidangan sayuran yang dicampur kelapa parut). Bedanya, jika di dalam tumpeng setiap penggunaan sayurannya mengandung nilai filosofi menurut kebudayaan Jawa, namun di dalam Nasi Krempyeng ini sepertinya hanya menyesuaikan dengan permintaan-permintaan dari para pembeli saja dan tidak mengandung nilai filosofi apapun,” ujar Octaviani.

Analisis dia, hal yang disayangkan adalah urap yang terdapat di dalam nasi krempyeng ini akan cepat basi, jika tidak segera dimakan. Ini dikarenakan proses pencampuran urap tidak menggunakan proses pengukusan dahulu. “Jadi jika Anda membeli makanan ini, jangan sampai Anda meninggalkannya atau lupa memakannya. Jika sampai sore hari atau hingga keesokan harinya, dipastikan urap akan basi.”

Tak kalah pentingnya, kata dia, terkait kehigienisan masakan. “Memang jelas kurang higienis, karena penjual masih menggunakan tangan dalam pengajian. Semestinya, penjual menggunakan sarung tangan plastik yang murah agar makanan ini bisa lebih higienis,” saran dia.

Kontributor

Irfan Naufal

Harin Pramadhani

Rangga Nurrakhman

(Mahasiswa Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Semarang)

Sumber: -
Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...