Rabu, 24 Juli 2019 04:24

YLKI Sebut Banyak Kosmetik Ilegal Beredar di Blitar

Minggu, 18 November 2018 17:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
YLKI Sebut Banyak Kosmetik Ilegal Beredar di Blitar
Barang bukti kosmetik ilegal hasil pengungkapan polisi di Kecamatan Garum, beberapa waktu lalu.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Blitar menduga masih banyak produk kosmetik ilegal beredar di Kabupaten Blitar. Hal ini pasca Polres Blitar mengungkap peredaran kosmetik ilegal di Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar.

Ketua YLKI Blitar Dadik Wahyudi mengatakan, kosmetik ilegal yang ditemukan di Desa Pojok, Kecamatan Garum tidak memiliki izin edar. Serta tidak memiliki izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Padahal, kosmetik jenis krim wajah dan sabun cuci wajah tersebut masuk dalam kategori sediaan farmasi yang harus memiliki izin edar.

"Yang tidak memiliki izin edar diindikasi berbahaya jika digunakan dalam jangka waktu panjang," jelas Dadik Wahyudi, Minggu (18/11/2018).

Menurut dia, selain yang ditemukan di Pojok, Garum diduga masih banyak penjual lain yang menjual kosmetik berbagai merk tanpa izin edar. Untuk itu pihaknya berharap aparat penegak hukum maupun instansi terkait terus melakukan pengawasan dan pengecekan di lapangan.

"Selama ini banyak konsumen yang menjadi korban atau efek buruk kosmetik berbahaya enggan melapor ke polisi. Untuk itu selain mendorong instansi terkait untuk terus mengawasi dan mengecek ke lapangan, kami juga meminta konsumen agar tidak ragu untuk melapor jika merasa menjadi korban dari kosmetik tanpa izin edar ini," paparnya.

Lanjut Dadik, pihaknya bersama Tim Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Makanan dan Obat Kabupaten Blitar serta aparat penegak hukum akan terus melakukan koordinasi dan penindakan di lapangan untuk menekan peredaran kosmetik ilegal. "Kami terus koordinasi untuk menekan peredaran kosmetik ilegal ini," jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Polres Blitar mengungkap peredaran kosmetik ilegal dari seorang pemilik salon berinisial AS (33) warga Desa Pojok, Garum. Dari pelaku, petugas mengamankan barang bukti di antaranya tiga dus krim wajah, dan 57 lembar label kosmetik yang belum dipasang pada kemasan kosmetik.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, dia mendapatkan kosmetik ilegal ini dari seorang sales yang mengantarkan stok kosmetik kepada pelaku. Hingga kini sales yang dimaksud masih dalam penyelidikan petugas," jelas Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanudin. (ina/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...