Kamis, 21 Februari 2019 11:45

Dua Sejoli Pembuang Bayi Dinikahkan di Mapolres Jombang

Jumat, 16 November 2018 23:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rony Suhartomo
Dua Sejoli Pembuang Bayi Dinikahkan di Mapolres Jombang
Pelaku pembuangan bayi saat dinikahkan di Masjid Junnatul Fuadah Polres Jombang. Foto: RONY S/BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sepasang kekasih Yuda Setia Dandik (20) dan Rika Nur Safitri (19) terpaksa melangsungkan pernikahan di Mapolres Jombang. Dua sejoli ini ditahan lantaran nekat membuang bayi hasil hubungan pranikah di teras rumah gurunya.

Akad nikah dua sejoli ini digelar di Masjid Junatul Fuadah, Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim. Selain dihadiri keluarga kedua mempelai, pernikahan ini juga disaksikan Kasat Reskrim AKP Gatot Setyo Budi dan Kanit PPA Iptu Dwi Retno Suharti.

Dibalut busana dan jilbab putih, Rika tampak tegar menjalani akad nikah. Hanya saja, mata gadis asal Desa Karangan, Bareng, Jombang ini berkaca-kaca menahan kesedihan. Lain halnya dengan Yuda. Pemuda asal Desa Rejoagung, Ngoro, Jombang ini lebih tegar saat dibimbing penghulu mengucapkan janji suci pernikahan dengan kekasihnya.

"Ada permohonan pihak keluarga untuk pernikahan ini, juga pertimbangan kemanusiaan. Maka kami fasilitasi tempat untuk pernikahan. Karena kedua mempelai masih tahanan kami dalam kasus pembuangan bayi," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi kepada wartawan di lokasi, Jumat (16/11/2018).

Lantaran statusnya sebagai tahanan, pasangan Yuda dan Rika tak bisa berbulan madu layaknya pengantin baru. Keduanya hanya diberi kesempatan untuk bercengkerama dengan keluarganya di ruangan Satreskrim Polres Jombang.

"Waktu khusus sebatas untuk bercengkerama dengan keluarga. Kalau untuk yang lain tidak ada," ujar kasat.

Oleh polisi, Yuda dan Rika dijerat dengan Pasal 307 subsider 305 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara. Selama dalam proses hukum, dua sejoli ini juga tak bisa merawat bayi yang sempat mereka buang.

"Bayi mereka untuk sementara kami titipkan di panti asuhan," terangnya.

Sementara Yuda berharap proses hukum yang harus dijalani bersama kekasihnya berjalan lancar. Dia ingin segera bebas dan berkumpul bersama anak dan istrinya.

Pada kesempatan itu, dia juga mengaku tak berniat membuang bayi yang baru dilahirkan Rika. Bayi itu sengaja ditaruh di teras rumah gurunya semasa di SMK, Said, warga Desa Gajah, Ngoro, Jombang, lantaran sang guru belum mempunyai anak.

"Kan ada suratnya, saya titipkan, saya akan kembali lagi. Saat itu saya tungguin sampai Pak Said mengambil anak saya. Saya saat itu sembunyi di samping rumah beliau, setelah itu baru saya pergi," jelasnya.

Terungkapnya kasus ini berawal dari penemuan bayi yang baru berusia 2 hari di teras rumah Said pada Kamis (8/11) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu Said dan istrinya terbangun lantaran ada orang yang mengetuk pintu rumahnya. Saat dicek, ternyata ada sesosok bayi perempuan ditinggalkan begitu saja di teras rumahnya.

Pada malamnya di hari yang sama, Yuda datang ke rumah Said untuk mengambil kembali anak yang dia buang. Penjaga warung kopi ini menyesal telah menelantarkan buah hatinya.

Kendati begitu, Yuda tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dan kekasihnya diringkus Polisi setelah mengakui sempat membuang bayi perempuan di teras rumah Said.

Yuda dan Rika menjalin kasih sejak empat tahun silam. Pasangan muda-mudi ini kerap melakukan hubungan badan di rumah Rika hingga gadis 19 tahun itu hamil.

Saat usia kandungan Rika menginjak 9 bulan, Yuda pun mengajaknya menetap di rumah kos di daerah Kasembon, Malang. Mereka membuka warung kopi untuk bertahan hidup di sana. Dan, Selasa, 6 November 2018 sekitar pukul 07.45 WIB, Rika melahirkan anak perempuan di rumah bidan di daerah Kasembon, Malang. Sore harinya bayi itu boleh dibawa pulang.

Esok harinya, Rabu (7/11), Yuda dan Rika merencanakan membuang buah hati mereka ke Jombang. Pasangan kekasih ini memilih membuang bayi perempuan itu di teras rumah Said, mantan guru mereka di salah satu SMK di Kecamatan Ngoro.

Keduanya berharap darah daging mereka diadopsi dan dirawat dengan baik oleh Said. Pada Kamis (8/11) sekitar pukul 01.30 WIB, Yuda dan Rika menjalankan aksinya. Rika dan bayinya menuju ke rumah Said naik taksi online. Sementara Yuda mengendarai sepeda motor. (ony/ian)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Februari 2019 12:01 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT capres kedua telah digelar dengan segala kehormatannya pada 17 Februari 2019. Riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar di setiap kerumunan sebagai lahan hiburan politik yang sangat komunalistik. Saya sendiri menepikan dir...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...