Jumat, 19 April 2019 06:11

Dua Sejoli Pembuang Bayi Dinikahkan di Mapolres Jombang

Jumat, 16 November 2018 23:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Rony Suhartomo
Dua Sejoli Pembuang Bayi Dinikahkan di Mapolres Jombang
Pelaku pembuangan bayi saat dinikahkan di Masjid Junnatul Fuadah Polres Jombang. Foto: RONY S/BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Sepasang kekasih Yuda Setia Dandik (20) dan Rika Nur Safitri (19) terpaksa melangsungkan pernikahan di Mapolres Jombang. Dua sejoli ini ditahan lantaran nekat membuang bayi hasil hubungan pranikah di teras rumah gurunya.

Akad nikah dua sejoli ini digelar di Masjid Junatul Fuadah, Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim. Selain dihadiri keluarga kedua mempelai, pernikahan ini juga disaksikan Kasat Reskrim AKP Gatot Setyo Budi dan Kanit PPA Iptu Dwi Retno Suharti.

Dibalut busana dan jilbab putih, Rika tampak tegar menjalani akad nikah. Hanya saja, mata gadis asal Desa Karangan, Bareng, Jombang ini berkaca-kaca menahan kesedihan. Lain halnya dengan Yuda. Pemuda asal Desa Rejoagung, Ngoro, Jombang ini lebih tegar saat dibimbing penghulu mengucapkan janji suci pernikahan dengan kekasihnya.

"Ada permohonan pihak keluarga untuk pernikahan ini, juga pertimbangan kemanusiaan. Maka kami fasilitasi tempat untuk pernikahan. Karena kedua mempelai masih tahanan kami dalam kasus pembuangan bayi," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi kepada wartawan di lokasi, Jumat (16/11/2018).

Lantaran statusnya sebagai tahanan, pasangan Yuda dan Rika tak bisa berbulan madu layaknya pengantin baru. Keduanya hanya diberi kesempatan untuk bercengkerama dengan keluarganya di ruangan Satreskrim Polres Jombang.

"Waktu khusus sebatas untuk bercengkerama dengan keluarga. Kalau untuk yang lain tidak ada," ujar kasat.

Oleh polisi, Yuda dan Rika dijerat dengan Pasal 307 subsider 305 KUHP dengan ancaman hukuman lebih dari 5 tahun penjara. Selama dalam proses hukum, dua sejoli ini juga tak bisa merawat bayi yang sempat mereka buang.

"Bayi mereka untuk sementara kami titipkan di panti asuhan," terangnya.

Sementara Yuda berharap proses hukum yang harus dijalani bersama kekasihnya berjalan lancar. Dia ingin segera bebas dan berkumpul bersama anak dan istrinya.

Pada kesempatan itu, dia juga mengaku tak berniat membuang bayi yang baru dilahirkan Rika. Bayi itu sengaja ditaruh di teras rumah gurunya semasa di SMK, Said, warga Desa Gajah, Ngoro, Jombang, lantaran sang guru belum mempunyai anak.

"Kan ada suratnya, saya titipkan, saya akan kembali lagi. Saat itu saya tungguin sampai Pak Said mengambil anak saya. Saya saat itu sembunyi di samping rumah beliau, setelah itu baru saya pergi," jelasnya.

Terungkapnya kasus ini berawal dari penemuan bayi yang baru berusia 2 hari di teras rumah Said pada Kamis (8/11) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu Said dan istrinya terbangun lantaran ada orang yang mengetuk pintu rumahnya. Saat dicek, ternyata ada sesosok bayi perempuan ditinggalkan begitu saja di teras rumahnya.

Pada malamnya di hari yang sama, Yuda datang ke rumah Said untuk mengambil kembali anak yang dia buang. Penjaga warung kopi ini menyesal telah menelantarkan buah hatinya.

Kendati begitu, Yuda tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dan kekasihnya diringkus Polisi setelah mengakui sempat membuang bayi perempuan di teras rumah Said.

Yuda dan Rika menjalin kasih sejak empat tahun silam. Pasangan muda-mudi ini kerap melakukan hubungan badan di rumah Rika hingga gadis 19 tahun itu hamil.

Saat usia kandungan Rika menginjak 9 bulan, Yuda pun mengajaknya menetap di rumah kos di daerah Kasembon, Malang. Mereka membuka warung kopi untuk bertahan hidup di sana. Dan, Selasa, 6 November 2018 sekitar pukul 07.45 WIB, Rika melahirkan anak perempuan di rumah bidan di daerah Kasembon, Malang. Sore harinya bayi itu boleh dibawa pulang.

Esok harinya, Rabu (7/11), Yuda dan Rika merencanakan membuang buah hati mereka ke Jombang. Pasangan kekasih ini memilih membuang bayi perempuan itu di teras rumah Said, mantan guru mereka di salah satu SMK di Kecamatan Ngoro.

Keduanya berharap darah daging mereka diadopsi dan dirawat dengan baik oleh Said. Pada Kamis (8/11) sekitar pukul 01.30 WIB, Yuda dan Rika menjalankan aksinya. Rika dan bayinya menuju ke rumah Said naik taksi online. Sementara Yuda mengendarai sepeda motor. (ony/ian)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...