"Berikan perhatian secara khusus terhadap segala jenis tindakan keselamatan di laut dan jangan ragu-ragu untuk menghentikan latihan jika dinilai tidak aman," pesannya.
Pangkoarmada II berharap latihan bersama kali ini bisa meningkatkan kesepakatan dan kerjasama untuk menjawab seluruh isu keamanan maritim yang bersifat non tradisional dan telah terjadi di wilayah regional. "Oleh karena itu marilah kita membangun kerja sama yang lebih baik lagi dalam penentuan keputusan pada tataran operasional antara India dan Indonesia," pungkasnya.
Dalam pelaksanaannya Latma Samudera Sakti 2018 akan terbagi menjadi 3 tahap yakni Tahap 1 (12-14 Nov) Harbour phase, Tahap 2 (15-17 Nov) Sea Phase, Tahap 3 (18 Nov) Post exercise phase.
TNI AL dalam latihan ini melibatkan beragam unsur antara lain KRI Sultan Iskandar Muda (KRI SIM-367), Heli Panther, CN 235 serta Baron G 58, dengan dukungan personel sebanyak 380 orang. Sementara Indian Navy melibatkan satu kapal perang yakni INS Rana D52 , Heli Alloute serta dukungan personel sebanyak 350 personel.
Turut hadir dalam acara tersebut Pjs. Irkoarmada II, Asisten Pangkoarmada II, Kadislambairkoarmada II, Danpomkoarmada II, Dankolatkoarmada II, Para Dansat Koarmada II. (*/red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




