Senin, 22 Juli 2019 14:02

Jual Kosmetik Ilegal, Ibu Muda di Blitar Ditangkap Petugas Kepolisian

Senin, 12 November 2018 15:21 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Akina Nur Alana
Jual Kosmetik Ilegal, Ibu Muda di Blitar Ditangkap Petugas Kepolisian
Barang bukti kosmetik ilegal yang disita petugas kepolisian.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polres Blitar mengungkap peredaran kosmetik ilegal di Kabupaten Blitar. Kosmetik tersebut diketahui Ilegal karena tak ditemukan label izin dari BPOM maupun Dinas Kesehatan setempat pada kosmetik.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha melalui Kasubag Humas Iptu Muhamad Burhanudin mengatakan, pelaku pengedaran kosmetik ilegal ini diketahui merupakan seorang ibu rumah tangga berinisial AS (33) Desa Pojok Kecamatan Garum Kabupaten Blitar.

"Pengungkapan peredaran kosmetik ilegal ini bermula dari banyaknya aduan masyarakat. Dimana di Desa Pojok Kecamatan Garum ada seorang ibu rumah tangga yang menjual kosmetik tanpa disertai label BPOM atau dari Dinkes. Kosmetik itu juga dijual dengan harga yang sangat murah," ungkap Muhamad Burhanudin, Senin (12/11/2018).

Kosmetik ilegal yang diamankan diantaranya krim wajah dan sabun wajah. Jumlahnya masing-masing tiga dos yang disita dari terlapor. Dan 57 lembar label kosmetik yang belum dipasang pada kemasan kosmetik.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, dia mendapatkan kosmetik ilegal ini dari seorang sales yang mengantarkan stok kosmetik kepada pelaku. Hingga kini sales yang dimaksud masih dalam penyelidikan petugas," imbuhnya.

Untuk mengetahui kandungan dalam kosmetik ilegal ini, Polres Blitar telah mengirim sampel barang bukti ke Labfor Polri Cabang Surabaya. Polisi juga melakukan penyelidikan terkait jaringan pengedar lain hingga produsen besar produk kosmetik yang diduga mengandung bahan kimia yang berbahaya jika digunakan pada tubuh manusia.

"Sampel barang bukti saat ini sudah dikirim ke Labfor Polri cabang Surabaya. Kemungkinan hasilnya baru akan diketahui beberapa hari kedepan," ungkap Burhan.

Meski begitu polisi tidak melakukan penahanan terhadap pelaku pengedar kosmetik ilegal ini. Alasanya, pelaku kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. "Selain itu, juga ada pertimbangan kemanusiaan.

Pelaku memiliki anak balita yang membutuhkan pengasuhan ibunya. Namun pelaku tetap wajib absen dan datang ketika akan dimintai keterangan," pungkasnya. (ina/dur)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...