Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto.
Sejak beberapa waktu terakhir, Sugeng menyatakan pengembangan ekonomi di Kota Madiun diarahkan ke bidang properti. Hal itu terbukti dari semakin bermunculannya hotel berbintang, seperti Aston, Amaris, dan Sun Hotel. “Meski kita (pemkot) tidak memiliki wisata alam, tapi menginapnya wisatawan tetap di sini," kata dia.
Disinggung tentang rencana pengembangan perekonomian pasca jalan tol dan double track beroperasi, Sugeng menyatakan kepala daerah di wilayah Pawitandirogo (Pacitan, Ngawi, Magetan, Kabupaten/Kota Madiun dan Ponorogo) harus bisa mengambil peluang tersebut dan Kota Madiun siap menjadi pelengkap bagi pengembangan investasi di daerah tetangga, seperti Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Pacitan yang memiliki wilayah lebih luas.
Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Djoko Raharto, menjelaskan pengembangan potensi ekonomi ditentukan dari kebijakan daerah masing-masing. Karena itu, pihak BI memfasilitasi agar peningkatan investasi di wilayah wilayah eks-Karesidenan Madiun berjalan lancar.
“Kami akan menggelar seminar yang dihadiri pemerintah daerah, BUMN, dan perusahaan besar seperti PT SIER," kata dia.
Seminar bertajuk ‘Upaya mendorong pertumbuhan investasi manufaktur dan pariwasata di eks-Karesidenan Madiun- Kediri pasca pembangunan tol Trans Jawa dan double track railway’ itu digelar Jumat (2/11). Kegiatan itu merupakan bagian dari serangkaian kegiatan yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Kediri di Kota Madiun selama tiga hari, yakni mulai 2-4 November 2018. (hen/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




