Joko Ludiono
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Memasuki musim pancaroba atau pergantian musim dari kemarau ke penghujan, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap fenomena-fenomena alam yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiono, ketika menyosialisasikan tanggap keadaan jika kemungkinan terjadi sesuatu hal secara tiba-tiba, sehingga dapat dicegah sedini mungkin.
BACA JUGA:
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
- Harga Sapi di Pasar Kerek Tuban Naik Rp1,5 Juta per Ekor Jelang Iduladha
"Kemungkinan hujan akan turun pada pertengahan bulan depan, setidaknya pada minggu ketiga bulan November. Cuaca ekstrem yang dimungkinkan terjadi, seperti hujan lebat lokal, angin kencang yang berpotensi puting beliung, dan disertai petir," papar Joko kepada BANGAAONLINE.com, Kamis (25/10).
Ia mengimbau masyarakat agar lebih tanggap dan memahami gejala alam yang ada, sehingga dapat mengantisipasi perubahan cuaca yang datang dengan cepat. Pihaknya mengajak masyakarakt bekerja sama, agar turut proaktif dalam membantu petugas seandainya terjadi musibah.
"Mohon masyarakat untuk selalu mengupdate perubahan cuaca di media sosial BMKG atau aplikasi pendukung lain. Tetap menjaga pola hidup sehat, dan tak kalah penting siapkan safety saat bepergian, bisa jas hujan dan payung. Segera laporkan ke BPBD jika terjadi hal di luar kewajaran berkenaan dengan menghadapi musim penghujan," tutupnya. (tb1/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




