Laka Lantas di Tuban Melonjak 88 Persen Selama Operasi Ketupat 2026, Jalur Pantura Jadi Titik Rawan

Laka Lantas di Tuban Melonjak 88 Persen Selama Operasi Ketupat 2026, Jalur Pantura Jadi Titik Rawan Iptu Eko Sulistyono, Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tuban mencatat kenaikan signifikan angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Berdasarkan data evaluasi, terdapat 34 insiden kecelakaan yang mayoritas dipicu oleh faktor kelalaian pengendara atau human error.

Lonjakan ini tergolong tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyono, mengungkapkan bahwa persentase kenaikan mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan.

"Dibandingkan tahun lalu cukup naik hingga 88,89 persen," ujar Eko Sulistyono saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).

Sebagai perbandingan, pada Operasi Ketupat 2025 tercatat sebanyak 18 kasus kecelakaan. Namun, pada operasi tahun ini yang berlangsung sejak 12 hingga 25 Maret, angka tersebut membengkak menjadi 34 kasus. Insiden ini didominasi oleh kendaraan roda dua dengan lokasi kejadian yang terkonsentrasi di titik padat arus mudik.

"Sebagian besar insiden kecelakaan terjadi di jalur Pantura Tuban–Palang yang dikenal padat, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran," beber Eko.

Dampak dari puluhan kecelakaan tersebut mengakibatkan 39 orang mengalami luka ringan dan lima korban menderita luka berat. Sementara itu, total kerugian materiil akibat kerusakan kendaraan diperkirakan menembus angka Rp 80 juta.

Menanggapi tingginya angka laka lantas ini, pihak kepolisian meminta masyarakat yang tengah melakukan perjalanan balik untuk lebih mawas diri. Konsentrasi penuh dan kesadaran akan batas kemampuan fisik menjadi kunci utama keselamatan di jalan raya.

Iptu Eko menekankan agar pemudik tidak mengabaikan rasa lelah demi mengejar waktu sampai ke tujuan.

“Apabila merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya menepi dan beristirahat di rest area dan selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas," pesan Eko menutup keterangannya. (wan/rev)