Petugas BPBD kabupaten Pasuruan saat meninjau kondisi banjir di Desa Tenggilis Kecamatan Gondang Wetan.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasuruan sejak Selasa (24/3/2026) siang mengakibatkan bencana banjir meluas. Luapan sejumlah daerah aliran sungai (DAS) merendam ribuan rumah di sedikitnya sembilan kecamatan hingga Rabu (25/3/2026).
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat ketinggian air sangat bervariasi, mulai dari 10 centimeter hingga titik terdalam mencapai 1,2 meter. Kecamatan Beji menjadi wilayah terdampak paling parah, disusul Bangil, Winongan, dan Rejoso.
BACA JUGA:
- Aksi Pencurian di Pasuruan Gagal, Pelaku Tinggalkan Motor Curiannya
- Mahasiswi Kehilangan HP Saat May Day 2026 di Pasuruan
- Hadapi Era Digital, Ketua TP PKK Kota Pasuruan Tekankan Peran Orang Tua Cegah Perkawinan Anak
- Pelapor Dugaan Korupsi Banpol PDIP Kabupaten Pasuruan Serahkan Dokumen Tambahan ke Kejaksaan
Di Dusun Pasinan, Desa Beji, serta kawasan Kedungringin, ketinggian air menyentuh angka 120 sentimeter. Kondisi ini berdampak langsung pada ratusan kepala keluarga dan memaksa warga mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Empat Kecamatan Berstatus Siaga Satu
Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng, mengonfirmasi bahwa curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat menjadi pemicu utama meluapnya sungai-sungai di kawasan tersebut.
“Curah hujan tinggi dalam waktu singkat membuat daya tampung sungai tidak mampu menahan debit air,” jelas Sugeng kepada BANGSAONLINE.com.
Melihat eskalasi genangan yang belum surut, BPBD menetapkan Status Siaga Satu untuk empat kecamatan terdampak paling signifikan, yaitu:
- Kecamatan Beji (Ketinggian air hingga 120 cm)
- Kecamatan Bangil (Akses jalan raya terendam 60 cm)
- Kecamatan Winongan (Genangan mencapai 70 cm)
- Kecamatan Rejoso (Ketinggian air hampir 1 meter)
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




