Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim dikelilingi para kiai seusai acara pelantikan Pegunu dan JKSN di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tangerang Banten, Jumat (3/3/2026). Foto: bangsaonline.
TANGERANG, BANGSAONLINE.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, mengajak umat Islam – terutama warga NU – untuk mendoakan kemenangan Iran dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Alasannya sangat fundamental bahwa dalam alinea pertama Pembukaan UUD 1945 secara tegas disebutkan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
“Oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan. Ini merupakan pernyataan objektif bahwa setiap bangsa berhak bebas dari penindasan,” tegas Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim dalam acara Pelantikan Pengurus Cabang kota dan kabupaten serta PAC Pergunu dan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) sekabupaten Tangerang di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tangerang, Jumat (3/3/2026).
Acara tersebut dihadiri para kiai dan ribuan pengurus Pergunu dan JKSN serta para santri Miftahul Khoir Tengerang.
Tampak Ketua PWNU Banten KH Hafis Gunawan yang juga pengasuh Pondok Pesantren Miftakhul Khoir sekaligus tuan rumah. Hadir juga Wakil Gubernur Banten Dr H Achmad Dimyati Natakusumah. Bahkan Wagub Banten yang semula mau pamit menghadiri acara lain kemudian membatalkan demi mengikuti ceramah Kiai Asep.
“Nanti di akhir ceramah, saya akan membaca hizib nashar untuk Donald Trump dan Netanyahu,” ujar Kiai Asep.
Wagub Banten Achmad Dimyati yang semula mau beranjak akhirnya duduk kembali sampai acara selesai sekitar pukul 17.00 sore. Padahal protokol Pemprov Banten telah mengumumkan bahwa Wagub Banten dipersilakan meinggalkan tempat acara.
Juga hadir KH Imaduddin Utsman Al Bantani, ulama muda kontroversial yang pernah menghebohkan masyarakat karena tesisnya menyatakan nasab para habaib Indonesia tak nyambung kepada Rasulullah.
Pantauan BANGSAONLINE, juga hadir para kiai dan ketua PCNU dari kawasan Provinsi Banten. Antara lain Ketua PCNU Serang Gus Robby, Ketua PCNU Kabupaten Tengerang Dr Jumhur dan Ketua PCNU lainnya.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA foto bersama Wagub Banten Dr H Achmad Dimyati Natakusumah dan Ketua PWNU Banten KH Hafis Gunawan serta pengurus JKSN seusai pelantikan di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Tengerang Banten, Jumat (3/3/2026). Foto: bangsaonline
Menurut Kiai Asep, AS dan Israel telah melakukan tindakan penjajahan karena menyerang Iran ketika proses negoisasi dengan Iran hampir berhasil. Apalagi serangan AS dan Israel itu telah membunuh ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar Putri "Shajerah Tayyebeh" di Minab, Provinsi Hormozgan.
Selain itu, ungkap Kiai Asep, serangan gabungan AS dan Israel itu telah menyebabkan Ali Khameini, pemimpin tertinggi Iran, gugur bersama beberapa keluarganya, termasuk istri Mujtaba Husaeni Khamenei yaitu Zahra Haddad-Adel.
“Ali Khamenei adalah ulama besar dan alim tapi dibunuh oleh Donald Trump dan Benjamin Netanyahu,” ujar Kiai Asep yang juga Ketua Umum JKSN.
Untungnya pemerintah Iran tetap tegak dan solid. “Penggantinya Mujtaba Khamenei semoga tetap tegas dan berani melawan Amerika dan Israel,” ujar putra KH Abdul Chalim, salah seorang pendiri NU dan pejuang kemerdekaan RI dari Leuwimunding Majalengka Jawa Barat. Kiai Abdul Chalim telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2023 oleh Presiden RI di Istana Negara Jakarta.
Menurut Kiai Asep, Amerika dan sekutu sejatinya, Israel, adalah penjajah. “Pangkalan militer yang ada di negeri-negara Arab seperti di Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia dan negara-negara Arab lainnya itu adalah simbol penjajahan,” ujar pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.
Bahkan Indonesia, tegas Kiai Asep, juga dijajah Amerika. Kiai Asep menyebut contoh PT Freeport di Mimika Papua Tengah dan Blok Cepu yang dikuasai perusahaan multi nasional Amerika Serikat. Blok Cepu adalah wilayah kerja kontrak migas strategis di perbatasan Bojonegoro (Jatim), Tuban, dan Blora (Jateng), yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Pertamina.
“Berapa ton emas dan minyak yang dibawa ke Amerika,” ujar kiai miiarder tapi dermawan itu.
“Lebih mengerikan lagi kita juga dijajah oleh WNI. Kita dijajah oleh 50 keluarga. Yaitu oligarki yang menguasai 70 persen ekonomi Indonesia,” tambah Kiai Asep sembari mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tak palalel dengan jumlah orang miskin.
“Secara logika, jika ada pertumbuhan ekonomi jumlah orang miskin semakin berkurang. Tapi sekarang orang miskin malah bertambah,” ujarnya seraya mengatakan bahwa kelas menengah juga semakin menyusut.
“Ini berarti ekonomi Indonesia – termasuk kredit perbankan – hanya berpurar-putar di 50 keluarga itu,” ujarnya lagi.
Karena itu Kiai Asep mengajak para kiai dan warga NU melakukan transformasi orientasi kemerdekaan. “Jika dulu kiai-kiai pesantren berjuang untuk merdeka, sekarang sudah merdeka. Sekarang bagaimana kita mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan itu, sehingga tercipta Indonesia maju, adil dan makmur,” kata Kiai Asep.
Sekarang, tegas Kiai Asep, yang menikmati kemerdekaan justru WNI yang tak ikut berjuang. “Mereka tak terlibat perjuangan kemerdekaan. Yang banyak berjuang itu adalah para kiai dan santri pondok pesantren,” tegas Kiai Asep.
Ia menunjuk fakta sejarah peristiwa 10 November 1945 yang dikenal dengan pertempuran 10 November Surabaya. “Di sungai Kalimas Surabaya yang sekarang dikenal dengan Jembatan Merah itu dulu 30.000 mayat mengambang. Mereka adalah para santri syuhada’ dan warga Indonesia. Dari mana datanya? Dari The New York Times, surat kabar Amerika,” jelas Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, saat itu Bung Tomo bertanya kepada Hadratussyaikh Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari, pendiri NU dan Pesantren Tebuireng.
“Kata Bung Tomo, kapan kita menyerang. Jawab Hadratussyaikh, tunggu Kiai Abbas bin Abdul Jamil dari Cirebon. Kiai Abbas tiba di Tebuireng tanggal 9 November. Kiai Abbas menyatakan kita akan menyerang besok pagi 10 Nopember setelah salat Subuh,” tutur Kiai Asep yang mengaku mengumpulkan beberapa penulis sejarah untuk menulis buku perjuaangan Kiai Abbas Abdul Jamil dan KH M Yusuf Hasyim (Tebuireng) untuk diusulkan sebagai pahlawan nasional.
Menurut Kiai Asep, bangsa kita telat mendidik SDM unggul sehingga Indonesia yang sudah merdeka justru dijajah oleh WNI dan Amerika. Selain itu, tegas Kiai Asep, kita terlalu eforia pasca kemerdekaan RI.
Kiai Asep mengaku mendapat informasi bahwa perayaan kemerdekaan paling meriah itu terjadi di Indonesia. Bahkan, tegas Kiai Asep, sampai ada lagu popular berjudul Sorak-Sorak bergembira.
“Waktu di SD tak ada satu lagu pun yang saya hafal kecuali lagu Sorak-Sorak Bergembira,” ujarnya sembari tertawa.
Lagu ciptaan S. Smanjuntak itu, ujar Kiai Asep, membuat bangsa Indonesia terlena sehingga lupa meningkatkan SDM unggul. Akibatnya, kita dijajah kembali oleh kekuatan luar, meski secara dhahiriyah tak tampak sebagai penjajahan.
“Ini seharusnya tugas NU atau PBNU untuk melakukan transformasi pesantren,” kata Kiai Asep.
Karena itu Kiai Asep, lewat Pergunu dan JKSN, terus turun ke masyarakat untuk melakukan proses tranformasi pesantren.
“Saya terus datang ke semua provinsi untuk melakukan transformasi pesantren. Monggo kalau ada mau bekerjasama. Tempo hari pesantrennya Kiai Imam Jazuli Cirebon kita kirim 11 guru-guru yang pinter untuk sharing dan transformasi sistem pendidikan,” ujar Kiai Asep sembari mengatakan bahwa Amanatul Ummah telah mengalami transformasi dengan bukti sebanyak 1.269 santrinya lolos perguruan tinggi negeri favorit dan luar negeri pada 2025 lalu.
“Pada SNBN yang kemarin sebanyak 275 santri Amanatul Ummah telah lolos di PTN, termasuk kedokteran. Nanti di UTBK lebih banyak lagi,” tutur Kiai Asep yang pada Agustus 2025 mendapat anugerah Bintang Mahaputra Nararya (biang pendidikan) dari Presiden RI.
Pelantikan pengurus Pergunu diakukan oleh Sekjen Pergunu Dr Aris Adi Laksono, sedangkan pelantikan pengurus JKSN dilakukan oleh Muhammad Ghofirin.
Dalam acara itu Kiai Asep bersama rombongan, antara lain Dr Achmad Ruba’ie, Ketua Pengawas Yayasan Unitomo, Muhammad Fachruddin Wakil Ketua PAN Jatim dan lainnya.

























