Minggu, 26 Mei 2019 15:10

Bupati Lamongan Buka Bursa Inovasi Desa

Rabu, 24 Oktober 2018 15:32 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Bupati Lamongan Buka Bursa Inovasi Desa
Bupati Fadeli saat menabuh beduk tanda dimulainya Bursa Inovasi Desa.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Fadeli menegaskan agar setiap desa di Lamongan harus melakukan inovasi guna mengatasi berbagai persoalan dan tantangan serta berprestasi. Hal ini disampaikan Fadeli usai membuka Bursa Inovasi Desa yang digelar di Kecamatan Karanggeneng, Rabu (24/10).

Pantauan BANGSAONLINE.com, salah satu inovasi desa yang ditampilkan yakni Kopi Mangrove yang diproduki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunggul Kecamatan Paciran. Kopi yang sudah diproduksi sejak setahun lalu ini sudah secara rutin dipasarkan ke Semarang, Malang, dan Surabaya. Setiap bulannya, BUMDes Tunggul mengirimkan 10 kilogram Kopi Mangrove ke Semarang, dan 5 kilogram ke Malang dan Surabaya.

Dijelaskan pengurus BUMDes Tungul Aziz Fanani, dalam setiap kemasan Kopi Mangrovenya di-mix dengan bubuk kopi jenis Exelsa. Sehingga, menarik minat sejumlah café di Semarang, Malang, dan Surabaya.

"Setiap kemasan 150 gr Kopi Mangrove kami jual dengan harga Rp 85 ribu. Kami juga memiliki café sendiri di Desa Tunggul," ujarnya.

Kopi Mangrove hanya salah satu upaya BUMDes Tunggul mendayagunakan sumber daya yang ada di pesisir pantura. BUMDes Tunggul yang saat ini mengelola aset senilai Rp 1,2 miliar ini juga memiliki bidang usaha lain.

Seperti usaha pengeringan menggunakan mesin vacuum fryer, sehingga nelayan tidak lagi mengeringkan hasil lautnya dengan dijemur. Kemudian usaha air minum dan pengolahan air laut menjadi air tawar.

"Kami nanti juga berencana membuat wisata dermaga warna di Desa Tunggul. Di dermaga ini nantinya akan kami siapkan sejumlah spot untuk swafoto di tengah laut," katanya.

Mereka pada 10 November mendatang juga akan menggelar mural competition. Ajang ini untuk mewadahi kreativitas pemuda pesisir agar tidak terjerumus pada hal negatif.

Lain lagi dengan Desa Sukodadi di Kecamatan Sukodadi. Mereka menggunakan anggaran dana desa untuk membangun tandon irigasi beserta sumur bornya. Sebelum ada tandon irigasi ini, warga Desa Sukodadi yang 40 persennya petani tidak bisa produktif saat kemarau.

Saat ini tandor air tersebut dimanfaatkan petani setempat untuk menanam kangkung, kacang panjang, semangka, dan terong. Tandon ini mampu mengairi hingga 10 hektare lahan pertanian.(qom/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...