Bupati Fadeli saat menabuh beduk tanda dimulainya Bursa Inovasi Desa.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Fadeli menegaskan agar setiap desa di Lamongan harus melakukan inovasi guna mengatasi berbagai persoalan dan tantangan serta berprestasi. Hal ini disampaikan Fadeli usai membuka Bursa Inovasi Desa yang digelar di Kecamatan Karanggeneng, Rabu (24/10).
Pantauan BANGSAONLINE.com, salah satu inovasi desa yang ditampilkan yakni Kopi Mangrove yang diproduki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tunggul Kecamatan Paciran. Kopi yang sudah diproduksi sejak setahun lalu ini sudah secara rutin dipasarkan ke Semarang, Malang, dan Surabaya. Setiap bulannya, BUMDes Tunggul mengirimkan 10 kilogram Kopi Mangrove ke Semarang, dan 5 kilogram ke Malang dan Surabaya.
BACA JUGA:
- Libur Panjang Iduladha, KAI Catat Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang
- KPK Periksa Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
- Indeks Kesalehan Sosial Lamongan Tembus di Angka 89,88
- Stadion Surajaya Rusak di Sejumlah Titik, Disbudporapar Lamongan Ajukan Perbaikan ke Kementerian PU
Dijelaskan pengurus BUMDes Tungul Aziz Fanani, dalam setiap kemasan Kopi Mangrovenya di-mix dengan bubuk kopi jenis Exelsa. Sehingga, menarik minat sejumlah café di Semarang, Malang, dan Surabaya.
"Setiap kemasan 150 gr Kopi Mangrove kami jual dengan harga Rp 85 ribu. Kami juga memiliki café sendiri di Desa Tunggul," ujarnya.

Kopi Mangrove hanya salah satu upaya BUMDes Tunggul mendayagunakan sumber daya yang ada di pesisir pantura. BUMDes Tunggul yang saat ini mengelola aset senilai Rp 1,2 miliar ini juga memiliki bidang usaha lain.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




