Senin, 20 Mei 2019 22:39

Gua Jenggung Pacitan, Laksana Berlibur ke Turki

Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Gua Jenggung Pacitan, Laksana Berlibur ke Turki
Pemandangan di dalam Gua Jenggung yang begitu mempesona.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.

Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke Turki. Betapa tidak, pancaran bebatuan dari dalam gua tak ubahnya seperti pasir emas yang berkilau saat tersentuh terangnya cahaya.

"Fenomena ini layaknya bebatuan yang ada di Turki. Indah berkilau, apalagi saat terkena cahaya lampu. Stalagmit maupun stalaktit yang ada di Gua Jenggung itu memancar seperti pasir emas. Tentu ini sebuah mahakarya sang pencipta yang kebetulan ada di Pacitan," ujar Endang Surjasri, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pacitan, memberikan sekilas gambaran Gua Jenggung, Kamis (4/10).

Menurut Endang, gua tersebut mungkin jauh lebih indah dari Gua Gong yang selama ini dikenal sebagai gua terindah di Asia Tenggara. Hanya saja, sejauh ini Pemkab Pacitan belum bisa berbuat lebih untuk membuka obyek wisata baru tersebut. Selain kendala kemampuan anggaran dan SDM, juga status lahan yang perlu penelusuran lebih lanjut.

"Kita belum ketahui, lokasi gua tersebut apakah berada di lahan milik desa atau milik perseorangan. Ini yang harus kita ketahui dulu," jelasnya.

Selain status lahan, Endang juga menyebutkan ada sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi untuk membuka kawasan gua sebagai obyek wisata yang diperuntukan umum.

"Kita perlu banyak kajian untuk bisa membuka lokasi gua tersebut sebagai DTW (daerah tujuan wisata). Banyak hal-hal teknis yang harus dipenuhi, utamanya terkait keselamatan pengunjung," urai pejabat jebolan IPDN ini pada pewarta.

Bicara soal estetika, Endang menyatakan, gua tersebut dimungkinkan bakal mengungguli Gua Gong, seandainya nanti bisa dibuka untuk umum. "Kita terasa seperti berkunjung ke Turki. Bebatuannya sangat indah dan mengesankan sekali," pujinya. (yun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Jumat, 17 Mei 2019 00:26 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RAMADHAN memang penuh segalanya secara apik, termasuk berderet karunia dengan segenap undangan berbuka puasa secara bersama-sama. Ini sangat fenomenal bagi saya yang sejak semula berpuasa bukan untuk meminimalisir perbelanjaan...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...