Jumat, 19 Oktober 2018 23:52

Kepel Kultur Festival Percepat Wisata Desa

Minggu, 30 September 2018 22:02 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Hendro Utomo
Kepel Kultur Festival Percepat Wisata Desa
Salah satu kesenian jaranan yang ditampilkan dalam Kepel Kultur Festival.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Desa yang keberadaanya di daerah Lingkar Wilis Kabupaten Madiun memiliki peran yang vital untuk mendongkrak pariwisata daerah. Didukung dengan destinasi wisata pegunungan, hutan kuliner, dan budayanya.

Banyak desa yang sudah mulai menggarap dengan serius potensi wisata yang ada, salah satunya di desa Kepel, dengan mengadakan Kepel Kultur Festival, yang diikuti 18 peserta dari siswa perwakilan dusun, ormas,  dan juga dari PT. PLN PJUP Brantas PLTA Giringan

Kepala Desa Kepel, Sungkono menjelaskan Kepel Kultur Festival merupakan kegiatan tahunan desa menyambut 1 Muharam. Acara tersebut tahun ini dikemas lebih spektakuler, beragam budaya ditampilkan untuk mewujudkan desa wisata yang meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap event ini bisa menjadi event nasional bahkan bisa lebih dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat dalam rangka menuju wisata desa kepel yang maju dan sejahtera,” jelas Sungkono.

Sungkono menjelaskan, Kepel Kultur Festival juga mengangkat kolaborasi antara seni ketoprak dan ludruk yang diberi nama Kedruk di mana budaya ini diangkat untuk memberi ciri baru Madiun sebagai daerah mataraman yang dalam hal ini terpengaruh antara budaya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga, Kedruk ini bisa menjadi ciri khas yang ada dan dari segi kualitas yang akan ditingkatkan.

Sungkono berharap bisa mewujudkan pariwisata yang sustainable yang berkelanjutan, tidak hanya momen sesaat. Sehingga kewenangan yang ada di pemkab untuk mendukung mewujudkan sebuah desa wisata didukung penuh.

“Dari Bupati kami optimis, sebab di Madiun sudah ada sebuah dokumen perencanaan pariwisata yang diberi nama Riparda Kabupaten Madiun yang akan mewujudkan desa di Kabupaten Madiun sebagai desa wisata,“ tandas Sungkono. (hen/rev)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...