Rabu, 12 Agustus 2020 05:41

Tensi Politik Memanas, ​Mahfud MD dan Gus Ipul Luncurkan #2019PilpresCeria

Selasa, 18 September 2018 01:23 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Tensi Politik Memanas, ​Mahfud MD dan Gus Ipul Luncurkan #2019PilpresCeria
Secara simbolis dilakukan penyematan kaos dan topi bertuliskan #2019PilpresCeria kepada para tokoh. Foto: YUDI A/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sejumlah tokoh nasional menginisiasi gerakan #2019PilpresCeria di Hotel Garden Palace Surabaya, Senin (17/9). Hal itu dilakukan melihat belakangan ini, meski kurang satu tahun, tensi politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mulai memanas.

Hadir dalam gerakan itu, yakni Mantan Ketua MK yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD, Ustaz Yusuf Mansur, Ekonom Faisal Basri, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

"Akhir-akhir ini saya, Gus Ipul, Yusuf Mansur, Faisal Basri, dan beberapa kawan lain melihat ketegangan-ketegangan di tahun politik ini mulai panas. Bahkan agak terlalu panas, sehingga kami perlu membentuk satu gerakan #2019PilpresCeria," kata Mahfud.

Jelang pilpres ini, menurutnya, masyarakat acap kali saling menyalahkan satu sama lain. Etika berpolitik sudah hilang. Bahkan saking parahnya persaudaraan pun tergerus.

Bersama para penggagas #2019PilpresCeria lain, Mahfud tak ingin bila di Pemilu 2019 nanti dijadikan alat untuk perpecahan atau digunakan untuk ajang saling tuding, memecah belah bangsa, dan meinginjak nilai-nilai kemanusiaan.

"Mari kita lakukan pemilu ini dengan cerdas dan punya kegembiraan. Karena kita mau punya pemimpin yang ditetapkan oleh konstitusi. Entah mau pemimpin yang lama ditetapkan, atau pemimpin yang baru itu terserah rakyat saja," kata dia.

Masyarakat, lanjutnya, seharusnya bisa saling menghargai dan mengerti pilihan masing-masing. Mau siapa pun pilihannya, Jokowi ataupun Prabowo, Mahfud meminta masyarakat bisa memilih dan mempertimbangkannya secara rasional.

"Prabowo maupun Jokowi itu sudah memenuhi syarat konstitusional, tinggal rakyat yang memilih berdasarkan neracanya masing-masing dan yang terbaik untuk Indonesia, itulah demokrasi yang sudah disepakati, jangan sampai mengorbankan keberlangsungan negara," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Ustaz Yusuf Mansur. Ia berharap tagar #2019PilpresCeria ini nantinya bisa memengaruhi hal-hal positif selama Pilpres 2019 berlangsung.

"Saya inginnya heppy, inginnya seneng, jadi tagar #2019PilpresCeria ini dahsyat. Karena ucapan akan memengaruhi tindakan, ucapan akan mempengaruhi pikiran juga," ujar dia.

Dia pun berpesan kepada umat agar tak terpecah belah hanya semata-mata beda pilihan politik saja. Ia meminta untuk semua pihak bisa saling menahan diri, dan menghindari rasa menjelek-jelekan pihak lain.

"Kita memahami Indonesia ini gede, masjid saja gak satu, sekolah juga gak satu, madrasah pesantren gak satu, kita sebagai umat menyikapi saja dengan yang baik dan berdoa, sekarang yang penting bagaimana kita menghormati pemilih dan calon yang ada, tanpa kita menjelekkan satu sama lain," kata dia.

Sebagai penanda dimulainya gerakan ini, secara simbolis dilakukan penyematan kaos dan topi bertuliskan #2019PilpresCeria kepada para tokoh tersebut di akhir acara. (ian/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...