Diskusi interaktif yang diadakan Gerbang Gresik. foto: SYUHUD A/BANGSAONLINE
"Makanya, GG menggandeng Tim BUMDes Ponggok dan Tim Prodeskel yang telah sukses membangun Bumdes dan tata kelola pelayanan pemerintahan di daerah mereka. Di Ponggok itu Bumdes dari hanya punya aset Rp 14 juta tahun 2009, pada tahun 2017 sudah tembus Rp 14 miliar," sebutnya.
Karena itu Qolib berharap ilmu yang diberikan dari Tim Bumdes Ponggok dan Tim Prodeskel bisa diadopsi desa-desa di Kabupaten Gresik.
Sementara Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gresik, Indah Sofiana, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan LSM GG.
"Apa yang dilakukan LSM GG sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Gresik yang menargetkan pada tahun 2021 desa mandiri bisa terwujud," katanya.
Melihat rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021, ia yakin Bumdes di Kabupaten Gresik sudah terbentuk 100 persen. "Hingga tahun 2018 tinggal 7 desa yang belum ada BUMDes atau sudah terbentuk 99 persen lebih," terangnya.
Dia mengakui bahwa masih banyak dijumpai di pemerintahan desa (Pemdes) pelayanan yang berjalan belum sesuai harapan masyarakat. Hal ini dikarenakan selain masih terbatasnya jumlah personel, juga sumber daya manusia (SDM). Di desa-desa, perangkat tak lebih 15 orang. Sementara yang dilayani ada yang 300 ribu warga, ada yang lebih dari itu.
"Makanya perlu menggandeng sejumlah komponen untuk membantu. Dengan adanya LSM GG ini sangat membantu kebutuhan di desa," pungkasnya. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




