Minggu, 16 Mei 2021 12:00

​Malam 1 Suro, Ribuan Pengunjung Kungkum di Alas Srigati Ngawi

Selasa, 11 September 2018 18:07 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
​Malam 1 Suro, Ribuan Pengunjung Kungkum di Alas Srigati Ngawi
Pengunjung saat melakukan kungkum di Kali Tempur Alas Srigati.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Sudah menjadi tradisi setiap memasuki tahun baru Hijriyah atau biasa dikenal dengan bulan Suro, tempat wisata spiritual Alas Ketonggo atau biasa disebut dengan Alas Srigati selalu ramai dikunjungi warga.

Kawasan yang berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi tersebut dinilai memiliki kekuatan mistis, terutama setiap malam Suro. Terbukti tempat tersebut selalu dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah seperti Madiun, Solo, Yogyakarta, Semarang, Kediri hingga Jakarta. Pada pergantian tahun 1440 Hijriyah kali ini, kawasan Srigati juga kembali dibanjiri pengunjung sejak sore hari kemarin (Senin, 10/9).

Menjelang tengah malam, para pengunjung langsung menuju beberapa tempat yang dianggap memiliki kekuatan magis. Di antaranya Pertapaan Palenggahan Agung Srigati, Sendang Minto Wiji, Sendang Drajat, Pertapaan Dewi Tunjung Sekar, Umbul Jambe, Sendang Penguripan, Kori Gapit, Kali Tempur Sedalem, dan Pesanggrahan Soekarno.

Menariknya, ritual kungkum (berendam) di Kali Tempur sedalam satu meter dilakukan pengunjung tepat tengah malam meski hawa dingin. Menurut pengakuan dari pengunjung, ritual kungkum sebagai satu keharusan bagi dirinya untuk memperoleh berkah. Kepercayaan tersebut diterima sesuai petunjuk dari sang juru kunci Alas Ketonggo.

BACA JUGA : 

Dirapid Test di Pos Terpadu, Ratusan Kendaraan di Perbatasan dan Exit tol Ngawi Putar Balik

Peduli Terhadap Sesama, Kapolres Ngawi Bersama Bhayangkari Bagi-bagi Takjil

Bupati Ngawi Izinkan Warga Salat Idulfitri di Masjid dan Lapangan dengan Sejumlah Persyaratan

Covid-19 di Ngawi Menunjukkan Tren Kenaikan, Anggota TNI Blusukan Sosialisasikan Prokes

“Kalau melakukan ritual di Alas Ketonggo ini belum genap rasanya kalau tidak kungkum. Di sini kita hanya berdoa minta berkah dan kesehatan kepada Maha Kuasa,” terang Mujiman, seorang pengunjung asal Kota Solo.

Kemudian dari penelusuran ketika mengunjungi Kali Tempur, dari sinilah terlihat jelas di tengah pertemuan dari dua sungai pengunjung saling berendam di air sambil menyalakan hio atau sejenis dupa.

Menurut peziarah, berendam setiap malam suro ke Srigati merupakan meditasi dengan harapan yang menjadi permintaan dapat lancar dan berkah. Memang mendasar rumor yang ada, bahwa Srigati ini dijadikan tempat tujuan seperti meminta pesugihan, ngalap berkah, dan meminta agar karirnya lancar. Bahkan beberapa orang yang memiliki sedikit kemampuan lebih terkadang mampu menarik senjata atau barang pusaka yang diduga banyak tersebar di tempat tersebut. Di antara mereka juga banyak yang meminta jodoh.

Sebagian orang percaya bahwa petilasan Srigati dulunya sebagai tempat persinggahan Prabu Brawijaya setelah kalah perang melawan pasukan Raden Patah dari Demak sekitar tahun 1293 Masehi.

Juru kunci Alas Srigati, Suyitno menjelaskan, para pengunjung biasanya melakukan semedi di tempat-tempat yang sakral. Adapun tata cara semedi dilakukan menurut keyakinan mereka masing-masing.

“Di sini pengunjung mempunyai berbagai permintaan untuk dikabulkan dari Yang Maha Kuasa. Seperti minta kesehatan, keselamatan dan masih banyak lagi. Dan jangan dianggap di Alas Srigati ini melakukan hal-hal yang menyimpang,” jelas Suyitno saat ditemui BANGSAONLINE.com. (nal/ian)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Minggu, 16 Mei 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pembela utama korban kerusuhan 13 Mei 1998 adalah Ita Fatia Nadia. Aktivis perempuan ini kenyang teror. Bahkan ia pernah diancam oleh Jenderal Sintong Panjaitan.Ancaman itu dilakukan sang jenderal di Istana. Saat Fatia ...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...