Kamis, 24 Januari 2019 10:36

​Malam 1 Suro, Ribuan Pengunjung Kungkum di Alas Srigati Ngawi

Selasa, 11 September 2018 18:07 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
​Malam 1 Suro, Ribuan Pengunjung Kungkum di Alas Srigati Ngawi
Pengunjung saat melakukan kungkum di Kali Tempur Alas Srigati.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Sudah menjadi tradisi setiap memasuki tahun baru Hijriyah atau biasa dikenal dengan bulan Suro, tempat wisata spiritual Alas Ketonggo atau biasa disebut dengan Alas Srigati selalu ramai dikunjungi warga.

Kawasan yang berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi tersebut dinilai memiliki kekuatan mistis, terutama setiap malam Suro. Terbukti tempat tersebut selalu dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah seperti Madiun, Solo, Yogyakarta, Semarang, Kediri hingga Jakarta. Pada pergantian tahun 1440 Hijriyah kali ini, kawasan Srigati juga kembali dibanjiri pengunjung sejak sore hari kemarin (Senin, 10/9).

Menjelang tengah malam, para pengunjung langsung menuju beberapa tempat yang dianggap memiliki kekuatan magis. Di antaranya Pertapaan Palenggahan Agung Srigati, Sendang Minto Wiji, Sendang Drajat, Pertapaan Dewi Tunjung Sekar, Umbul Jambe, Sendang Penguripan, Kori Gapit, Kali Tempur Sedalem, dan Pesanggrahan Soekarno.

Menariknya, ritual kungkum (berendam) di Kali Tempur sedalam satu meter dilakukan pengunjung tepat tengah malam meski hawa dingin. Menurut pengakuan dari pengunjung, ritual kungkum sebagai satu keharusan bagi dirinya untuk memperoleh berkah. Kepercayaan tersebut diterima sesuai petunjuk dari sang juru kunci Alas Ketonggo.

“Kalau melakukan ritual di Alas Ketonggo ini belum genap rasanya kalau tidak kungkum. Di sini kita hanya berdoa minta berkah dan kesehatan kepada Maha Kuasa,” terang Mujiman, seorang pengunjung asal Kota Solo.

Kemudian dari penelusuran ketika mengunjungi Kali Tempur, dari sinilah terlihat jelas di tengah pertemuan dari dua sungai pengunjung saling berendam di air sambil menyalakan hio atau sejenis dupa.

Menurut peziarah, berendam setiap malam suro ke Srigati merupakan meditasi dengan harapan yang menjadi permintaan dapat lancar dan berkah. Memang mendasar rumor yang ada, bahwa Srigati ini dijadikan tempat tujuan seperti meminta pesugihan, ngalap berkah, dan meminta agar karirnya lancar. Bahkan beberapa orang yang memiliki sedikit kemampuan lebih terkadang mampu menarik senjata atau barang pusaka yang diduga banyak tersebar di tempat tersebut. Di antara mereka juga banyak yang meminta jodoh.

Sebagian orang percaya bahwa petilasan Srigati dulunya sebagai tempat persinggahan Prabu Brawijaya setelah kalah perang melawan pasukan Raden Patah dari Demak sekitar tahun 1293 Masehi.

Juru kunci Alas Srigati, Suyitno menjelaskan, para pengunjung biasanya melakukan semedi di tempat-tempat yang sakral. Adapun tata cara semedi dilakukan menurut keyakinan mereka masing-masing.

“Di sini pengunjung mempunyai berbagai permintaan untuk dikabulkan dari Yang Maha Kuasa. Seperti minta kesehatan, keselamatan dan masih banyak lagi. Dan jangan dianggap di Alas Srigati ini melakukan hal-hal yang menyimpang,” jelas Suyitno saat ditemui BANGSAONLINE.com. (nal/ian)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...