Kamis, 21 Februari 2019 11:45

Di Jombang, LPG 3 Kilogram Mulai Langka

Senin, 27 Agustus 2018 13:23 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Rony Suhartomo
Di Jombang, LPG 3 Kilogram Mulai Langka
Pangkalan LPG yang kosong. ft: rony/ BANGSOANLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menghilangnya keberadaan gas elpiji 3 kg lagi-lagi membuat ibu RT (rumah tangga) di Jombang pusing. Belakangan ini, di Jombang sering terjadi kelangkaan gas elpiji seberat 3 kg. Akibatnya, warga kelabakan saat hendak memasak.

Selain keberadaannya langka, harga gas elpiji 3 kilogram juga melambung tinggi. Kalau biasanya Rp 16 ribu, saat ini harganya mencapai antara Rp 19 ribu hingga Rp 22 ribu.

”Selain harganya mahal, mencarinya juga sangat sulit,“ keluh Nur Laili (39) warga Tembelang, Jombang, Senin (27/8/2018) kepada bangsaonline.com.

Laili berharap pemerintah segera tanggap dengan kelangkaan gas elpiji saat ini. ”Karena penggunaan elpiji program pemerintah ketika itu. Jika ada kelangkaan seperti ini, pemerintah harus segera menyediakan, jangan terkesan diam saja,“ cetusnya.

Hal senada juga diungkapkan warga di wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Di sebagian wilayah ini, warga juga mengaku kesulitan mencari gas elpiji 3 kilogram, sejak tiga hari lalu.

“Di sejumlah pengecer yang biasa saya beli gas elpiji 3 kilogram, belakangan ini sering kosong. Terpaksa harus beli ke pengecer di desa sebelah. Itu pun belum tentu ada,“ ujar salah seorang ibu rumah tangga di Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, kepada bangsaonline.com Senin (27/8/2018) siang.

Di tempat ini, elpiji 3 kilogram juga berkisar antara Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu. Sebelumnya, di desa yang merupakan perbatasan wilayah Kabupaten Kediri dengan Jombang ini, harga gas elpiji melon antara Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu.

Tak jauh berbeda, di wilayah Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, sejak dua minggu terkahir ini juga terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Langkanya gas elpiji 3 kilogram di Bareng ini deisebabkan pengurangan jatah terhadap pangkalan elpiji 3 kilogram.

Niti Sugianto salah seorang pemilik pangkalan elpiji 3 kilogram di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, mengakui ada pengurangan kiriman gas elpiji 3 kilogram. Biasanya, sekali pengiriman sekitar 80 tabung hingga 100 tabung. Kini dirinya mengaku hanya mendapat kiriman sebanyak 60 tabung.

“Pengirimannya seminggu dua kali, hari Senin dan Kamis. Begitu dikirim langsung habis,“ ujar Sugianto kepada bangsaonline.com, Senin (27/8/2018). (ony/dur)

Tim PSC Dinkes Pacitan Siaga 24 Jam, Apa Saja Tugasnya?
Jumat, 01 Februari 2019 06:27 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan mempunyai tim public safety center (PSC) yang siaga 24 jam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apa saja tugas tim ini? Simak video berikut.
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Februari 2019 12:01 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEBAT capres kedua telah digelar dengan segala kehormatannya pada 17 Februari 2019. Riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar di setiap kerumunan sebagai lahan hiburan politik yang sangat komunalistik. Saya sendiri menepikan dir...
Sabtu, 16 Februari 2019 11:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 24وَاخْفِضْلَهُمَاجَنَاحَالذُّلِّمِنَالرَّحْمَةِوَقُلْرَّبِّارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيٰنِيْصَغِيْرًاۗWaikhfidh...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...