Senin, 19 Agustus 2019 07:19

Di Jombang, LPG 3 Kilogram Mulai Langka

Senin, 27 Agustus 2018 13:23 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Rony Suhartomo
Di Jombang, LPG 3 Kilogram Mulai Langka
Pangkalan LPG yang kosong. ft: rony/ BANGSOANLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Menghilangnya keberadaan gas elpiji 3 kg lagi-lagi membuat ibu RT (rumah tangga) di Jombang pusing. Belakangan ini, di Jombang sering terjadi kelangkaan gas elpiji seberat 3 kg. Akibatnya, warga kelabakan saat hendak memasak.

Selain keberadaannya langka, harga gas elpiji 3 kilogram juga melambung tinggi. Kalau biasanya Rp 16 ribu, saat ini harganya mencapai antara Rp 19 ribu hingga Rp 22 ribu.

”Selain harganya mahal, mencarinya juga sangat sulit,“ keluh Nur Laili (39) warga Tembelang, Jombang, Senin (27/8/2018) kepada bangsaonline.com.

Laili berharap pemerintah segera tanggap dengan kelangkaan gas elpiji saat ini. ”Karena penggunaan elpiji program pemerintah ketika itu. Jika ada kelangkaan seperti ini, pemerintah harus segera menyediakan, jangan terkesan diam saja,“ cetusnya.

Hal senada juga diungkapkan warga di wilayah Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Di sebagian wilayah ini, warga juga mengaku kesulitan mencari gas elpiji 3 kilogram, sejak tiga hari lalu.

“Di sejumlah pengecer yang biasa saya beli gas elpiji 3 kilogram, belakangan ini sering kosong. Terpaksa harus beli ke pengecer di desa sebelah. Itu pun belum tentu ada,“ ujar salah seorang ibu rumah tangga di Desa Barongsawahan, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, kepada bangsaonline.com Senin (27/8/2018) siang.

Di tempat ini, elpiji 3 kilogram juga berkisar antara Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu. Sebelumnya, di desa yang merupakan perbatasan wilayah Kabupaten Kediri dengan Jombang ini, harga gas elpiji melon antara Rp 17 ribu hingga Rp 18 ribu.

Tak jauh berbeda, di wilayah Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, sejak dua minggu terkahir ini juga terjadi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram. Langkanya gas elpiji 3 kilogram di Bareng ini deisebabkan pengurangan jatah terhadap pangkalan elpiji 3 kilogram.

Niti Sugianto salah seorang pemilik pangkalan elpiji 3 kilogram di Desa Bareng, Kecamatan Bareng, mengakui ada pengurangan kiriman gas elpiji 3 kilogram. Biasanya, sekali pengiriman sekitar 80 tabung hingga 100 tabung. Kini dirinya mengaku hanya mendapat kiriman sebanyak 60 tabung.

“Pengirimannya seminggu dua kali, hari Senin dan Kamis. Begitu dikirim langsung habis,“ ujar Sugianto kepada bangsaonline.com, Senin (27/8/2018). (ony/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...