Selasa, 23 Oktober 2018 00:37

Atasi Isu Penolakan Warga Dalam Eksplorasi dan Eksploitasi Migas, Begini Solusi Emil Dardak

Jumat, 10 Agustus 2018 02:45 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Revol Afkar
Atasi Isu Penolakan Warga Dalam Eksplorasi dan Eksploitasi Migas, Begini Solusi Emil Dardak
Donny Ariyanto, Kepala Departemen Humas SKK Migas Jabanusa saat memberikan momento kepada Bupati Trenggalek Emil Dardak. foto: BANGSAONLINE

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com – Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak berbagi pengalaman cara mengatasi munculnya persoalan sosial dalam dunia pertambangan. Hal itu disampaikannya dalam diskusi bertema “Kebijakan Publik dan Dampak Pada Industri Migas” dalam rangkaian kegiatan Lokakarya Media yang digelar SKK Migas Jabanusa di Hotel Golden Tulip, Kota Batu, Kamis (9/9).

Dalam kesempatan itu, Emil sekaligus menjawab keluhan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) SKK Migas yang selama ini mengaku menghadapi dampak sosial dari masyarakat tanpa kehadiran Pemda ataupun SKK Migas. Padahal, seharusnya tugas KKKS hanyalah mengeksplorasi dan mengeksploitasi migas di sumur-sumur yang ditentukan. Selain itu, dari keuntungan yang didapatkan, KKKS hanya menerima 15 persen, sedangkan 85 persennya masuk sebagai penerimaan Negara.

Menurut Emil, migas adalah salah satu sektor industri yang memiliki risiko tinggi, sehingga wajar apabila dampak sosial yang ditimbulkan juga tinggi. Ia kemudian menceritakan pengalamannya sebagai Bupati Trenggalek saat menghadapi sebuah perusahaan tambang yang hendak mengeksplorasi emas di Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, namun mendapat penolakan dari warga.

“Saat itu saya meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk tidak mengeluarkan izin lingkungan sampai warga Desa Sumberbening setuju. Masalahnya, warga yang menolak adanya eksplorasi tambang emas ini juga tidak mengetahui sepenuhnya apa dampak positif dan negatif terhardap eksplorasi tersebut,” paparnya.

Untuk itu, ia meminta agar perusahaan tambang mengadakan sosialisasi terbuka yang dihadiri warga dan tokoh masyarakat terhadap dampak adanya eksplorasi tersebut. “Begitu masyarakat mendapatkan sosialisasi, mereka akhirnya setuju. Namun untuk yang tetap tidak setuju, saya minta agar wilayah tersebut tidak disentuh eksplorasi,” jelasnya.

Berkaca dari fenomena tersebut, Emil menjelaskan bahwa yang terpenting sebelum melakukan eksplorasi maupun eksploitasi migas adalah pendekatan kepada masyarakat. Selain itu, yang tak kalah penting adalah Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dengan kriteria Gold Standard.

“Amdal jangan hanya dibikin untuk formalitas, harus yang Gold Standard. Karena apabila Amdal hanya dibuat formalitas dan terbitnya gampang, maka nantinya setelah ada dampak, semuanya angkat tangan,” cetusnya.

“Jadi untuk mengatasi dampak di bekakang, lebih baik ketat di depan,” katanya.

Emil menegaskan akan menerapkan mekanisme tersebut untuk tata kelola migas di Jawa Timur. Hal ini penting, karena Jawa Timur mempunyai cadangan migas terbesar ketiga di Indonesia.

“Saya akan bicarakan dengan Bu Khofifah,” ujar Wakil Gubernur Jatim terpilih ini.

Emil setuju Pemprov harus mengambil peran lebih, sehingga apabila ada dampak sosial di masyarakat harus terlibat atau turun tangan. “Industri migas adalah sektor high risk,” sebutnya.

“Saya ingin memastikan SKK Migas sebagai regulator bisa menjadi mitra yang baik. Pemprov siap duduk bersama dengan SKK Migas dan KKKS,” pungkasnya. (rev/ian)

Suparto Wijoyo
Rabu, 17 Oktober 2018 11:08 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DARI Malang menuju Bekasi. Begitulah aksi KPK dalam melakukan gerakan senyap OTT yang melibatkan para bupati kedua daerah itu. Simbul para koruptor kian menjalar dari daerah ke daerah untuk merapatkan barisan sambung-meny...
Sabtu, 20 Oktober 2018 19:42 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .  ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Menjadi viral saat ada rombongan umrah menyanyikan lagu Ya Lal Wathan, termasuk yang memb...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...