Kamis, 12 Desember 2019 03:57

​Pada Pilgub Mendatang, Kiai Asep Minta Jangan Pilih Khofifah Lagi, Loh Kecewa?

Selasa, 07 Agustus 2018 11:49 WIB
Editor: Tim
Wartawan: -
​Pada Pilgub Mendatang, Kiai Asep Minta Jangan Pilih Khofifah Lagi, Loh Kecewa?
Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA (paling kanan) bersama Muhammad Habibur Rochman (Gus Habib), Nyai Masfufah Hasyim (baju biru dan kerudung merah) dan Atikah (sekretaris PAC Muslimat NU Wonocolo) sedang menyanyikan lagu Yahlal Wathon atau Hubbul Wathon karya KH Abdul Wahab Hasbullah dalam acara Posko Opini di kediaman Ustadz H Ridwan di Gayuangan Surabaya, Senin (6/8/2018). Foto: bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Di tengah keingingan rakyat Jawa Timur berharap Khofifah Indar Parawansa bisa menjabat Gubernur Jawa Timur dua periode, ternyata Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto minta warga Jawa Timur tak memilih Khofifah Indar Parawansa lagi pada pemilihan gubernur mendatang. Loh kenapa?

“Pada pilgub mendatang kita jangan pilih Bu Khofifah lagi. Kita pilih Pak Emil Elestianto Dardak saja. Bu Khofifah kita usung sebagai calon presiden,” tegas Kiai Asep Saifuddin Chalim di depan sekitar 800 warga NU dan Muslimat NU yang menggelar pembukaan Posko Aspirasi di kediaman Ustadz H Ridwan di Jalan Gayungan Surabaya, Senin malam (6/7/2018).

Warga NU dan Muslimat NU yang hadir langsung bergemuruh memanjatkan doa: amin. Sebagian ada yang bertepuk tangan.

“Karena itu kita harus terus mendoakan Bu Khofifah dan Pak Emil agar kepemimpinan beliau berdua sukses, lancar, dan terbebas dari jebakan-jebakan. Karena dalam politik selalu ada jebakan-jebakan. Kita doakan semoga kepemimpinan Bu Khofifah bisa membuat Jawa Timur adil, makmur, dan sejahtera. Dan semua jebakan-jebakan itu oleh Allah Subhanahu wata’ala dikembalikan kepada orang-orang yang menjebak,” kata Kiai Asep yang putra pendiri NU KH Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka, Jawa Barat.

Meski demikian, menurut Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pusat itu, kita juga tak cukup berdoa. Tapi juga membantu langsung tugas-tugas Bu Khofifah di Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Timur lewat kinerja anggota DPRD Jawa Timur. Sebab jika anggota DPRD Jawa Timur kelak tidak sepaham dengan kebijakan Gubernur Khofifah, pasti akan terjadi hambatan untuk mewujudkan kebijakan dan program. Karena itu Kiai Asep memberangkatkan kader-kader NU dan Muslimat NU sebagai calon anggota DPR RI, DPRD Jawa Timur dan DPRD Kota Surabaya. Di antaranya Muhammad Habibr Rochman, SE (Gus Habib), putra Kiai Asep sendiri.

“Namun karena sekarang belum waktunya kampanye ya saya belum minta memilih anak saya. Nanti kalau sudah waktunya kampanye saya akan minta panjenengan semua untuk memilih caleg-caleg yang akan saya biayai untuk mengawal Bu Khofifah dan Pak Emil. Mereka saya biayai agar tak korupsi karena mereka begitu terpilih sebagai anggota DPR atau DPRD sudah tak mikir lagi bayar utang atau mengembalikan biaya,” katanya sembari menegaskan bahwa mereka adalah kader-kader NU yang insyaallah amanah dan fokus pada tugas-tugas kenegaraan.

Senada dengan Kiai Asep, Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Surabaya Nyai Masfufah Hasyim mengaku bersyukur Khofifah-Emil telah terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Bu Nyai yang dikenal energik ini berterima kasih kepada warga Muslimat NU dan para kader NU yang telah berjuang keras pada pilgub lalu sehingga Khofifah-Emil menang.

Nyai Masfufah yang menjadi salah satu ujung tombak Muslimat NU Kota Surabaya ini juga sangat mendukung langkah Kiai Asep Saifuddin Chalim yang merekomendasikan kader-kader NU dan Muslimat NU menuju kursi legislatif.

Kebetulan para caleg yang direkomendasikan Kiai Asep juga hadir dalam acara yang berlangsung di belakang Mushalla Gaayungan itu. Antara lain: Muhammad Habibur Rochman, SE (Gus Habib), putra Kiai Asep Saifuddin Chalim, yang caleg DPR RI dari dapil Surabaya dan Sidoarjo. Lalu EM Mas’ud Adnan, penulis buku-buku tentang Gus Dur dan NU yang kini direktur HARIAN BANGSA dan bangsaonline.com juga caleg DPRD Jawa Timur dari Dapil Surabaya. Kemudian Nur Fitriati, Umi Nadhiroh, Junaedi, dan Atikah yang caleg DPRD Kota Surabaya. Para caleg itu maju lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Karena PPP adalah partai pengusung Bu Khofifah,” kata Kiai Asep beralasan kenapa para kader NU dan Muslimat NU itu diberangkatkan dari PPP, partai yang didirikan Ketua Umum Tanfidizyah PBNU KH Idham Cholid itu.

Sementara KH Abdul Rohim Zulkarnaen dari MUI saat memberikan sambutan mengatakan bahwa para kader NU dan Muslimat NU yang diberangkatkan Kiai Asep menuju kursi legislatif itu adalah kader-kader yang punya integritas. ”Gus Habib itu putra Kiai Asep. Tadi malam saya dengar pesan Kiai Asep kepada Gus Habib. Kiai Asep bilang, Nak…boleh kamu jadi anggota DPR tapi gajinya harus diberikan konstituen,” kata Kiai Abdul Rohim Zulkarnaen yang teman akrab Kiai Asep sejak muda.

”Pak Mas’ud Adnan ini adalah santri Gus Sholah Tebuireng. Pak Mas’ud ini juga berguru pada Kiai Asep. Sedang Nur Fitriati adalah anak saya. Saya bilang kepada anak saya, nak kamu saya biayai jadi anggota DPRD Kota Surabaya tapi harus bekerja untuk rakyat. Nur Fitriani ini dapil 4 sini termasuk Gayungan,” katanya. (tim)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 21 November 2019 23:31 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Meluasnya kabar keberadaan destinasi wisata alam pohon besar yang mempunyai akar seribu di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, membuat warga setempat penasaran. Kini, pohon akar seribu itu telah menjadi daya tarik da...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...