Selasa, 21 Agustus 2018 13:02

Gua di Bawah Tambang Kapur Semanding Ternyata Memiliki Ornamen Unik dan Langka

Senin, 06 Agustus 2018 14:31 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Gua di Bawah Tambang Kapur Semanding Ternyata Memiliki Ornamen Unik dan Langka
Ornamen unik yang tersimpan di Gua yang ditemukan di Desa Jadi, Kecamatam Semanding, Kabupaten Tuban. foto: BANGSAONLINE

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Penemuan gua cantik yang berada tepat di bawah tambang batu kapur di Desa Jadi, Kecamatam Semanding, Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu mengundang perhatian dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) bekerja sama dengan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban melakukan penelusuran dan pemetaan kondisi di dalam gua.

Gua yang berada di ketinggian 97 mdpl dengan koordinat 06°56'18.3" S 111°59'52,7" E ini sebelumnya ditemukan penambang batu kapur. Berdasarkan penelitian Astaga dan Mahipal Unirow, gua tersebut termasuk memiliki air resapan yang sangat bagus. 

“Air resapan dari permukaan ini menjadi salah satu penyebab bermunculannya ornamen,” ujar Ketua Mahipal Unirow, Taufikurrohman kepada BANGSAONLINE.com, Senin (6/8).

Gua tersebut memiliki kedalaman vertikal 6 meter dan panjang lorong hingga 214 meter. Di masing-masing lorong mempunyai variasi keindahan ornamen yang berbeda-beda. Bahkan ornamen itu tergolong langka dan jarang ditemukan di daerah karst Tuban maupun karst daerah Utara Jawa.

“Gua ini berujung pada kolam yang kita belum ketahui kedalaman dan panjangnya. Belajar dari gua Jati Jajar yang berada di Kebumen, di balik kolaman tidak menutup kemungkinan juga ditemukan lorong dan ornamen lain,” imbuhnya.

Sebagai kelompok pemerhati gua dan lingkungan, Astaga dan Mahipal mengambil langkah awal dengan pemetaan dan pendataan potensi yang ada. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah awal memproteksi gua dan lingkungannya.

Menurut Taufikurrohman, banyak potensi yang bisa kembangkan dengan pengelolaan yang lebih strategis. “Namun semua itu perlu adanya campur tangan dari berbagai pihak. Butuh sinergi dari berbagai lini baik pemerintah, masyarakat, maupun pemerhati gua. Kita sebagai pemerhati gua dan lingkungan akan mengembalikan sepenuhnya kepada pihak desa maupun pemerintahan daerah atas kebijakan yang akan diambil untuk gua ini,” pungkasnya.

Sebatas diketahui, gua tersebut ditemukan oleh Sudariono (35), salah satu warga yang menambang batu kapur di lahan miliknya sendiri. Bersama empat penambang lainnya, ia kaget karena terdapat lubang yang mengeluarkan angin dari bawah saat menambang. Setelah lubang itu diperbesar, ternyata terdapat gua di dalamnya. (gun/rev)

Sabtu, 11 Agustus 2018 16:43 WIB
Oleh: Ach. Taufiqil Aziz*Sekitar jam 17.00, pada 9 Agustus 2018, kami sekeluarga masih menonton stasiun televisi tentang pengumuman Cawapres Jokowi. Di televisi, beberapa stasiun dan pengamat sudah menganalisa bahwa Mahfud MD (MMD) yang akan menjadi ...
Kamis, 16 Agustus 2018 17:26 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   In ahsantum ahsantum li-anfusikum wa-in asa'tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du al-aakhirati liyasuu-uu wujuuhakum waliyadkhuluu almasjida kamaa dakhaluuhu awwala marratin waliyutabbiruu maa ‘al...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 08 Agustus 2018 10:41 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Asosiasi Wisata Gua Indonesia (Astaga) dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mahipal) Unirow Tuban akhirnya memaparkan data pemetaan gua di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Data tersebut dikeluarkan setelah tim me...