Sabtu, 14 Desember 2019 10:22

Demi Berangkat Haji, Penjual Sayur Keliling Asal Tuban Ini Rela Makan Nasi Sisa

Selasa, 31 Juli 2018 22:26 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Demi Berangkat Haji, Penjual Sayur Keliling Asal Tuban Ini Rela Makan Nasi Sisa
Sariati saat ditemui di Embarkasi Surabaya, Selasa (31/7).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sariati (57 tahun), rela makan nasi gugur yang ia peroleh dari sisa nasi yang diberikan oleh tetangganya. Hal itu ia lakukan demi mewujudkan keinginannya untuk bisa berangkat haji.

Berkat kesungguhan serta perjuangannya itu, ia akhirnya bisa berangkat haji yang masuk dalam kelompok terbang (kloter 42) asal Tuban dengan nomor penerbangan SV 5211 dan akan berangkat pada Rabu (1/8) pukul 00.30 WIB dini hari nanti.

Nasi gugur ini ia dapatkan dari apra tetangganya yang tidak habis mereka makan. Dari tetangganya ini lantas ia keringkan menjadi karak lalu dimasak ulang untuk kemudian ia makan.

“Iya, agar bisa nabung saya hemat. Ada ibu-ibu yang ngasih nasi sisa untuk dijemur. Sudah jadi karak baru Saya masak jadi bisa dimakan,” tuturnya.

Setiap hari, janda beranak satu ini berjualan sayur keliling memakai sepeda angin. Ia biasa berjualan ke kantor-kantor yang ada di Kota Tuban sejak tahun 90-an.

Sariati mulai menyisihkan uang yang ia dapatkan di bawah tikar dari pandan di rumahnya. Tahun 1995, salah satu pelanggannya menyarankan Sariati untuk menabung uangnya, siapa tahu dapat digunakan untuk daftar haji. Saat itu, ia lantas menabung untuk pertama kali sebesar Rp 2.500 ke salah satu Bank di Tuban.

Keuntungan yang ia dapatkan dari hasil dagangannya saat ini tidak banyak. Dengan modal Rp 500 ribu, keuntungan yang ia dapatkan berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu per hari. “Itu pun dagangan tidak selalu habis, masih ada sisa,” tuturnya.

Awalnya dulu tahun 2000-an, lanjut Sariati, keuntungannya lumayan banyak sekitar Rp 50 ribu karena mempunyai langganan catering. ”Tapi tiga tahun ini ibunya sudah pensiun tidak buat catering lagi, jadi tidak langganan dagangan Saya,” ujar Sariati.

Setiap hari, ia menabung uang seadanya sisa makan dan biaya sekolah anaknya, antara RP 3.000 hingga Rp 10.000. Ketika terkumpul uang dalam jumlah agak banyak sekitar Rp 300 ribu, Sariati lantas menabungkan uangnya ke bank.

Tahun 2010, uangnya terkumpul Rp 26 juta. Ia lantas gunakan uang tersebut untuk daftar haji. Untuk menutup ONH, ia juga gunakan hasil dari dagangannya ini.

"Melalui haji ini, Saya ingin bertemu dengan rumah Allah dan menjadi haji yang mabrur. Selepas pulang haji nanti, Saya akan tetap berjualan sayur keliling sebagai mata pencaharian utama," pungkasnya. (ian/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 12 Desember 2019 12:27 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Di penghujung tahun 2019, Jawa Timur Park (JTP) 3 Kota Batu kembali menghadirkan theme park terbaru yang tidak kalah menarik dengan theme park lainnya, yakni Milenial Glow Garden (MGG). Obyek wisata Spektakuler Lighting ...
Senin, 09 Desember 2019 23:53 WIB
Oleh: Sila Basuki, S.H., M.B.A. Tren kemenangan seorang calon independen dalam pilkada Kota Surabaya akan sangat mungkin terjadi, mengingat di beberapa kota lain juga bisa terjadi. Berkat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang p...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...