Rabu, 03 Juni 2020 21:57

Prof Mas'ud Terpilih Ketua ISNU Jatim, Ali Masykur: Ajak Kader Potensial Ber-ISNU Ria

Sabtu, 21 Juli 2018 21:42 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: --
Prof Mas
Prof Mas'ud usai terpilih Ketua ISNU Jatim.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pasca Abdullah Azwar Anas mundur, Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) memiliki ketua baru, yakni Prof Dr Mas'ud Said Ph.D. Mantan Stafsus Menteri Sosial itu terpilih lewat Konferensi Wilayah Luar Biasa (Konferwillub) yang digelar di Gedung Serbaguna Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, Surabaya, Sabtu (21/7).

Dalam voting tertutup tahap pencalonan yang diikuti 37 pimpinan cabang (PC) dan satu perwakilan pimpinan wilayah (PW), Prof Mas'ud meraih 24 suara. Sedangkan 13 suara lainnya, masing-masing diraih Dr Ivan (4), Dr Hamid Nawawi (3), Mahmud Mustain (1), Firmansyah Ali (2), Mas’ud Adnan (1), Prof Fathoni (1), dan Mas’ud (2).

Sesuai ketentuan pasal 2 hurub b tata tertib (tatib) pemilihan, bakal calon yang mendapat minimal 10 suara dinyatakan sah sebagai calon. Selanjutnya, sesuai pasal 11 ayat 2 huruf c, calon terpilih diminta kesediaannya menjadi ketua ISNU Jatim sekaligus menyampaikan visi-misi di hadapan peserta Konferwillub.

Pimpinan sidang kemudian mengundang Prof Mas'ud untuk diminta kesediaanya. Sejurus kemudian, dengan diiringi shalawat nabi dan sambutan antusias dari peserta, profesor kelahiran Sidoarjo tersebut memasuki ruangan dan langsung menunju mimbar.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, melihat dukungan dan aspirasi serta keinginan kuat untuk maju dan memajukan ISNU bersama cabang-cabang di seluruh Jatim, saya bersedia mengemban amanat ini," katanya.

Dalam penyampaian visi-misinya, Prof Mas'ud menegaskan ISNU Jatim dan pusat memiliki potensi yang kuat di berbagai bidang. Potensi ini bisa terwujud kalau semuanya bersatu dan betul-betul dikuatkan dengan program.

"Visi saya menjadikan ISNU sebagai organisasi yang kuat, untuk mendukung NU bermartabat menuju Jatim yang sejahtera," katanya disambut aplaus peserta.

Visi ini, lanjutnya, akan ditopang tujuh misi untuk penguatan. Di antaranya penguatan organisasi dan keanggotaan, agar keorganisasian bisa menjadi bagian integral dari perjuangan visi.

Berikutnya networking, lalu menghidupkan kelembagaan dan keanggotaan ISNU di daerah, serta terciptanya organisasi yang mendorong tumbuhnya generasi terbaik.

Kualitas Kader NU

Sementara Ketua Umum ISNU, Dr Ali Masykur Musa M.Hum berharap agar Prof Mas'ud mengajak kader NU yang potensial untuk ber-ISNU ria.

"Begitu pula dengan sekitar 18 cabang yang akan segera Konfercab, ajaklah tokoh dan kader potensial yang ada di cabang untuk ber-ISNU ria," katanya.

Ali Masykur juga yakin, negara pada saatnya akan membuktikan siapa sesungguhnya kader tulen yang memiliki kualitas kebangsaan, siapa anak bangsa yang memiliki kapabilitas yang tinggi.

"Problemnya cuma satu, yakni akses dan networking. Kalau dua hal itu, dalam konteks ekonomi, politik, teknokrasi, birokrasi dan kebangsaan dibuka oleh semua tingkatan, maka publik akan mengetahui kalau kualitas kader NU tidak perlu diragukan."

"Kita mimpi 2019 adalah kotak yang akan dibuka, sehingga muncullah kader NU, kader ISNU, yang akan menempati di semua tingkatan. Itu semua akan kita persiapkan dengan matang, dan pada saatnya NU adalah Indonesia dan Indonesia adalah NU," tuntasnya. (*/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...