Khofifah mengagumi kaos bergambar Proklamator Kemerdekaan RI, Soekarno yang dijual PKL di pasar tumpah Indrapura, Surabaya. foto: ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sambutan masyarakat begitu meriah saat calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendadak turun menyapa masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga di pasar pedagang kaki lima (PKL) Indrapura, Surabaya. Kedatangan Khofifah disambut antusias masyarakat dan pedagang.
Seketika masyarakat menyemut ke tempat Khofifah berdiri. Warga silih berganti memeluk, menyalami dan berswafoto dengan pemimpin masa depan Jawa Timur ini.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Khofifah pun langsung berbaur dengan masyarakat di pasar tumpah Indrapura, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/6). Khofifah meladeni satu per satu warga yang tampak semringah menyambutnya.
Setiba di lokasi, seketika tampak rombongan warga yang mengenakan hijau tosca menyalami Khofifah dan berlanjut berkeliling. Mereka, para pedagang kaki lima yang tergabung dalam Serikat Pedagang Kaki Lima (SPEKAL).
Kedatangan mereka yang secara tiba-tiba hanya untuk memberikan dukungan untuk Khofifah. Para pedagang kaki lima yang tersebar di seluruh Jawa Timur ini menginginkan pemimpin baru.
“Pastinya mendukung bu Khofifah dan mas Emil. Kami ada 2000 pedagang kaki lima ada di wilayan Jawa Timur. Mudah-mudahan nanti ibu nanti sebagai pemimpin baru, bisa memberikan pencerahan baru,” kata Sugianto.
Sugiarto berharap besar terhadap Khofifah. Pimpinan SPEKAL, Sugianto menilai Khofifah sosok yang peduli terhadap pedagang tradisional.
“Kami berharap besar ke bu Khofifah. Pemimpin wanita juga lebih bisa mengatur keuangan, lebih stabil, lebih bersimpati,” ungkapnya.
Pedagang kaki lima, Sugianto mengatakan selama ini belum mendapat intervensi perlindungan dari pemerintah provinsi. Dia juga yakin jika nanti dipimpin Khofifah Jawa Timur akan lebih manusiawi memberikan perhatian kepada PKL.
“Sampai saat ini belum ada intervensi dari pemerintah provinsi untuk pedagang kaki lima. Ibu lebih berbicara solusi, ayo cari jalan keluar, itu yang kita mau dan ibu Khofifah memberikan itu. Cara itu kan yang manusiawi kita berbicara solusi,” pungkasnya.
PKL lainnya memanggil Khofifah sebagai pemimpin pengayom. Itu yang diungkapkan Fandi, pedagang baju di pasar Indrapura.
“Ini ibu kita dari sejak 8 tahun lalu ibunya Jawa Timur. Hari ini harus jadi. Wis Wayahe, kita dukung, kita bantu supaya jangan dizolimi lagi,” tutur Fandi.
Sementara itu, Khofifah menilai pasar tumpah perlu tetap diadakan. Sebab, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang ekonomis.
“Masyarakat membutuhkan layanan berbagai produk. Kita bisa lihat jam pakai sunday market, car free day. Format pertemuan penjual dan pembeli berseiring dengan tata kota bersinergi,” ucap Khofifah.
Meski demikian, diakuinya, pasar tumpah harus diberikan akses transaksi sesuai dengan peraturan pemerintah setempat. Pasar tumpah minggu ini seperti Sunday Market di Europa yang ada hanya saat hari libur nasional.
“Artinya hal-hal yang meningkatkan kesejahteraan. Jalan sehat. Eropa bikin di taman. Mereka cintai taman tapi tetap bisa mencari barang yang bisa mereka butuhkan. Merek mengikuti proses silaturahminya. Tetap fun, bersinergi tertib dengan tata ruang dan penataan,” pungkasnya. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




