Senin, 24 Februari 2020 09:07

​Siswi SMP di Blitar yang Bunuh Diri Dimakamkan

Jumat, 01 Juni 2018 20:37 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Akina Nur Alana
​Siswi SMP di Blitar yang Bunuh Diri Dimakamkan
Jenazah EP saat dimasukkan ke liang lahat.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Jenasah EP (16) siswi SMP yang meninggal karena bunuh diri dimakamkan pagi ini. EP dimakamkam di pemakaman khusus Tionghoa di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jumat (1/6/2018).

Nampak teman-teman EP serta saudara datang ke pemakaman untuk mengantarkan EP ke tempat peristirahatan terakhir. Prosesi pemakaman dimulai sejak pukul 09.00 WIB tepat saat jenasah EP tiba di lokasi pemakaman. Jenasah baru dimasukkan ke liang lahat sekitar pukul 11.00 WIB usai lantunan doa.

Jenasah EP nampak berada di dalam sebuah peti mati berwarna putih, sesuai dengan permintaan terakhir EP. Usai makam ditutup, puluhan karangan bunga dari kolega orang tuanya, sekolah serta teman-temannya lalu di taruh di atas pusara dan sekeliling nisannya.

Usai prosesi pemakaman ibu EP, Endang Susiani sempat menyampaikan keterangan kepada sejumlah media yang datang ke lokasi pemakaman. Endang berdoa agar anaknya masuk surga. Ia juga berharap agar berharap pemerintah mengkaji kembali sistem zonasi, yang diduga kuat menjadi penyebab EP nekat mengakhiri hidupnya. 

"Saya berdoa agar anak saya masuk surga, saya juga berharap agar pemerintah mengkaji ulang sistem zonasi," ungkap Endang, sambil mengusap air matanya.

Menurut dia, sebelum mengakhiri hidup EP sempat mengeluh kepadanya terkait kekhawatiranya melanjutkan sekolah di SMA favoritnya. Hal inilah yang membuat Endang beranggapan diberlakukannya sistem zonasi dinilai dapat mengganggu siswa yang ingin masuk sekolah favoritnya. 

"Dia juga pesimis tidak bisa seperti kakak-kakaknya," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMP di Kota Blitar ditemukan bunuh diri di sebuah rumah kos di Jalan Ahnad Yani gang 3 Kota Blitar, Selasa (29/5/2018) sore. Korban ditemukan pertama kali oleh pengasuhnya MI (59) yang tinggal satu kos dengan korban. 

Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena khawatir tak bisa masuk SMA favoritnya di SMAN 1 Kota Blitar karena terkendala sistem zonasi. Dalam sistem zonasi itu EP berdomisili di Kecamatan Srengat yang masuk zona empat. Sedangkan sekolah favoritnya SMAN 1 Kota Blitar masuk zona satu. (ina/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...