Jumat, 19 Juli 2019 22:23

BI Kediri Siapkan Rp 7 Triliun Hadapi Tradisi Lebaran 2018

Senin, 21 Mei 2018 19:30 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Arif Kurniawan
BI Kediri Siapkan Rp 7 Triliun Hadapi Tradisi Lebaran 2018
Kepala Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto saat menggelar jumpa pers terkait penukaran uang pecahan baru. Foto: ARIF K/BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam menghadapi lebaran tahun 2018 ini akan menyiapkan uang senilai Rp 7,2 triliun. Uang itu akan disiapkan menghadapi lebaran terutama tradisi tukar uang pecahan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto mengatakan, dari tahun ke tahun pengeluaran uang dari BI Kediri selalu meningkat, saat menjelang Lebaran. 

"Dari tahun ke tahun proyeksi kebutuhan masyarakat (Outflow) selalu meningkat," ujarnya, Senin (21/5).

Sesuai data dari BI Kediri, tahun 2016 kebutuhan uang saat Ramadhan hingga Lebaran mencapai 5,7 triliun dan tahun 2017 mencapai Rp 6,4 triliun. 

"Tahun 2018 ini proyeksi kebutuhan mencapai Rp 7,2 triliun," ujarnya.

Sementara itu, untuk penukaran pecahan uang, kata Djoko, pihak Bank Indonesia tidak melayaninya di kantor. Namun bekerjasama dengan bank umum dengan layanan dibuka pukul 09.00 WIB pada tanggal 28 dan 31 Mei serta tanggal 5 dan 7 Juni 2018 serentak se-Jatim. 

Setiap masyarakat hanya diperbolehkan menukarkan uang senilai Rp 3.700.00 dengan rincian , pecahan 20 ribu satu Pak, 10 ribu satu Pak, 5 ribu satu pak dan 2 ribu 1 pak. 

"Setiap bank yang melayani penukaran pecahan uang baru akan memasang spanduk dan penukaran berlaku untuk masyarakat umum tidak hanya nasabah bank," jelasnya.

Selain bekerja sama dengan bank umum, pihak BI Kediri juga akan bekerjasama dengan 7 bank umum untuk melayani tukar uang pada layanan kas keliling. Di antaranya, akan melayani di tempat strategis seperti Simpang Lima Gumul pada hari Sabtu mulai pukul 16.00 WIB  tanggal 19 dan 26 Mei 2018. 

"Layanan kas keliling juga berlaku di Madiun dan Ponorogo," ujarnya.

Dengan lebih dipermudahnya tukar pecahan baru ini, pihak BI kediri mengimbau agar masyarakat melakukan penukaran uang kecil sewajarnya, melakukan penukaran uang di tempat-tempat resmi dan meningkatkan penggunaan transaksi non tunai. 

"Penukaran uang di jalanan sangat rawan terjadi peredaran uang palsu maupun jumlah yang tidak sesuai," pungkasnya. (rif/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...