Ratusan orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, menggelar doa bersama untuk bangsa melawan terorisme di depan Tugu Pancasila Alun-alun Kabupaten Trenggalek, Rabu (16/5).
TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Ratusan orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat menggelar doa bersama untuk bangsa melawan terorisme di depan Tugu Pancasila Alun-alun Kabupaten Trenggalek, Rabu (16/5).
Sambil menyalakan lilin, mereka yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), TNI, Polri, organisasi partai politik, organisasi kemasyarakatan, tokoh lintas agama dan organisasi kepemudaan berkumpul di depan Tugu Pancasila.
BACA JUGA:
- Deteksi Dini, BPJS Kesehatan Tulungagung Lakukan Skrining Siswa Sekolah Rakyat di Trenggalek
- Produsen Teroris itu Islam atau Amerika? Ini Kata Chomsky, Ilmuwan Yahudi
- Gubernur Khofifah Apresiasi Pramuka Jatim atas Program Bedah Rumah dan Nandur Mangrove
- Komisi IV DPRD Trenggalek: PPG Prajab dapat Prioritas Rekrutmen Guru di 2026
Plt Bupati Trenggalek H. Moch Nur Arifin dalam orasinya menceritakan bahwa dulu di Surabaya pada tanggal 10 November 1945, ada pemuda yang bernama Bung Tomo.
"Dia berkata selama banteng banteng Indonesia masih memiliki darah merah, dan bisa membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, selama itu bangsa Indonesia tidak akan pernah menyerah kepada siapapun juga," kata Arifin.
Tapi, lanjut Arifin, saat ini masyarakat sedang menghadapi saudara sendiri, saudara sebangsa. Karena itu, ia berpesan supaya masyarakat tidak buru-buru menuduh para pelaku yang meledakkan diri itu. Menurut Arifin, para pelaku bom bunuh diri itu juga korban dari kebiadaban para pengecut yang ingin memecah persatuan bangsa.
"Mereka (teroris) memanfaatkan saudara-saudara kita yang belajar agama, tetapi dijejali dengan doktrin-doktrin yang salah. Karena itu kita berkumpul di Tugu Pancasila ini untuk menunjukan solidaritas. Kita tidak ingin dipecah belah, karena itu kita dukung polisi dan TNI " tegasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




