Dias Satria
Dan yang tidak dilupakan adalah infrastruktur sosial. ”Aspek kelembagaan dan modal sosial dalam ekonomi sebagai salah satu bagian dari infrastruktur sosial tidak dilupakan, misalnya dengan penguatan kelompok sadar wisata untuk pengembangan destinasi yang disebut Gus Ipul dan Puti bisa membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan baru,” ujarnya.
Konsep itulah, sambung Dias, yang dibutuhkan Jawa Timur untuk mengurangi kesenjangan. Termasuk fokus Gus Ipul dalam menekan kesenjangan antara kawasan utara yang selama ini lebih sejahtera dibanding daerah kawasan selatan Jatim lewat program Tebar Jala (Pusat Ekonomi Baru Jalur Selatan). Juga ada pengembangan Madura lewat program Satria Madura (Satu Triliun bagi Madura).
”Kehadiran pusat-pusat ekonomi baru di selatan Jawa dan Madura otomatis mendorong pemerataan pembangunan di Jatim,” ujarnya.
Hal kedua yang menjadi fokus Gus Ipul-Puti, menurut Dias, adalah pengembangan UMKM dan pertanian. Duet itu tercatat menyebut kata petani-pertanian dan UMKM masing-masing sebanyak 23 dan 7 kali sepanjang debat. Sedangkan Khofifah-Emil hanya 6 dan 2 kali.
Ketiga, kontinuitas pembangunan. Dias mengatakan, Gus Ipul cukup bagus memaparkan hasil kepemimpinannya selama menjadi wakil gubernur mendampingi Gubernur Soekarwo. Di antaranya penurunan kemiskinan yang drastis dari 18,51 persen menjadi 11,2 persen. Penurunan kemiskinan ini yang tertinggi dibanding provinsi lain di Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




